IGD RSUD Bangkalan Lockdown, 18 Nakes dan Pegawai Tertular COVID-19

Oleh Aditya Eka Prawira pada 06 Jun 2021, 18:47 WIB
Diperbarui 06 Jun 2021, 18:48 WIB
RSUD Syamrabu Bangkalan
Perbesar
Suasana lobi RSUD Syamrabu Bangkalan. Ini merupakan rumah sakit terbaik di Madura dan sejak merebak virus Corona menjadi rujukan untuk pasien Covid 19.

Liputan6.com, Jakarta - Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bangkalan atau Rumah Sakit Umum Daerah Syarifah Ambami Rato Ebu di Bangkalan, Madura, Jawa Timur lockdown selama tiga hari.

Langkah lockdown diambil setelah 18 orang tenaga kesehatan hingga pegawai RSUD Bangkalan dinyatakan positif COVID-19.

Dari video yang beredar di jagat maya, IGD RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu di Bangkalan ditutup sejak 5 hingga 8 Juni 2021.

Terkait kabar tersebut, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Bangkalan, Agus Sugianto Zein menjelaskan bahwa hanya IGD RSUD Bangkalan saja yang di-lockdown.

Pasien yang akan ke IGD bakal diarahkan ke puskesmas atau rumah sakit swasta terdekat.

Direktur RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu, Nunuk Kristiani, mengatakan bahwa lockdown selama tiga dalam rangka mengondisikan pasien-pasien yang dirawat di IGD, karena ruang perawatan isolasi penuh sehingga tidak bisa menerima lagi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

6 RS Diminta Bantuannya untuk Menampung Pasien COVID-19 Rujukan RSUD Bangkalan

RSUD Syamrabu
Perbesar
Suasana RSUD Syamrabu Bangkalan usai merebaknya isu warga Bangkalan terjangkit Corona pada jumat malam, 13 Maret 2020.

Tidak lama setelah itu, beredar secarik kertas berisikan daftar 6 rumah sakit di wilayah Surabaya, yang diminta untuk menerima rujukan pasien COVID-19 dari daerah Bangkalan mengingat RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu sebagai rujukan COVID-19 sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan tempat tidur, isolasi, dan ICU.

1. RSUD dr Soetomo

2. RSU Universitas Airlangga

3. RSU Haji Surabaya4. RSU PHC

5. RSU Adi Husada Undaan

6. RSU Al Irsyad.

"Mohon kesediaan direktur Rumah Sakit dapat menerima rujukan dan memberikan fasilitas perawatan pasien kondisi klinis berat dari wilayah Bangkalan, serta memberikan call center/narahubung untuk memermudah akses rujukan dari fasyankes Bangkalan," keterangan di surat tersebut.

"Selanjutnya kami akan membuat media WAG 'Rujukan Px Covid Bangkalan' untuk memermudah koordinasi dan memberikan informasi pasien kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur," lanjut keterangan yang ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dr Herlin Ferliana M Kes.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Awas Lonjakan COVID-19 Libur Lebaran

Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran
Perbesar
Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran (Liputan6.com/Triyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓