Berkat Vaksin Sinovac Kehidupan di Kota Brasil Kembali Normal

Oleh Aditya Eka Prawira pada 03 Jun 2021, 06:32 WIB
Diperbarui 03 Jun 2021, 06:52 WIB
FOTO: Lansia Brasil Jalani Vaksinasi COVID-19 Secara Drive-Thru
Perbesar
Seorang petugas kesehatan memberikan suntikan vaksin COVID-19 Sinovac kepada penumpang mobil selama program vaksinasi prioritas untuk lansia di lokasi drive-thru yang didirikan di tempat parkir stadion sepak bola Pacaembu, Sao Paulo, Brasil, Rabu (3/3/2021). (AP Photo/Andre Penner)

Liputan6.com, Brasilia - Kehidupan di Kota Serrana, Brasil, perlahan-lahan kembali normal usai menjalani program vaksinasi COVID menggunakan vaksin Sinovac.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima situs berita Global Times pada Selasa, 1 Juni 2021, setelah banyak populasi Serrana menerima dosis penuh vaksin Sinovac, penurunan yang signifikan terhadap kasus-kasus yang bergejala terjadi.

Eksperimen yang dikenal sebagai Project S berlangsung selama empat bulan guna menguji suntikan CoronaVac buatan Sinovac, China, di kondisi sesungguhnya.

Hasil yang diraih tidak main-main. Kematian turun sebesar 95 persen, rawat inap juga turun 86 persen, dan kasus bergejala mengalami penurunan sebesar 80 persen.

Data tersebut dipaparkan Direktur di Butantan Institute negara bagian Sao Paulo, Ricardo Palacios. Butantan Institute merupakan pusat penelitian ilmiah yang didanai negara dan mitra Sinovac di Brasil.

Alhasil, seperti dilaporkan situs berita New York Post pada Rabu, 2 Juni 2021, waktu setempat, mulai terlihat para tetangga mengobrol satu sama lain, hingga sejumlah keluarga yang mengadakan acara barbekyu di akhir pekan.

Bahkan, orang luar yang sebelumnya tidak punya alasan menginjakkan kaki di Serrana, datang untuk sekadar potong rambut, dan jalan-jalan ke restoran.

"Kami sekarang ramai seperti dulu," kata seorang staf di toko minuman dan makanan, Rogerio Silva.

Dia, mengatakan, beberapa minggu yang lalu, orang-orang tidak akan mengantre kayak sekarang. Sebagaimana peraturan pemerintah bahwa pembeli tidak boleh makan di tempat, melainkan harus dibawa pulang.

Rogerio bahkan tidak mengizinkan pembeli untuk menggunakan kamar mandi yang ada di toko. "Sekarang sudah tidak lagi," kata dia.

Kabar bahagia tersebut muncul setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi izin penggunaan darurat vaksin Sinovac pada Rabu, 2 Juni 2021. Vaksin Corona kedua dari China yang mengantongi izin WHO setelah vaksin Sinopharm, berhasil masuk emergency use listing (EUL).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Terkait Project S Guna Melihat Kemanjuran Vaksin Sinovac

FOTO: Lansia Brasil Jalani Vaksinasi COVID-19 Secara Drive-Thru
Perbesar
Pengemudi berbaris di tempat parkir stadion sepak bola Pacaembu untuk mendapatkan suntikan drive-thru dari vaksin COVID-19 Sinovac selama program vaksinasi prioritas untuk lansia di Sao Paulo, Brasil, Rabu (3/3/2021). (AP Photo/Andre Penner)

Terkait pelaksanaan Project S, populasi kota dibagi menjadi empat wilayah geografis tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Hanya saja dari data yang ada, kebanyakan yang menerima dosis penuh vaksin Sinovac hingga akhir April 2021 adalah orang dewasa.

Hasil yang dirilis pada Senin, 31 Mei 2021, menunjukkan bahwa pandemi Virus Corona dapat dikendalikan setelah tiga daerah divaksinasi.

Tidak jelas apakah pengambilan vaksin sama di setiap daerah.

Akan tetapi, seperti dikatakan salah satu pendiri regulator kesehatan Brasil, Gonzalo Vecina, Project S secara tidak langsung telah memerlihatkan kepada dunia bahwa perlindungan dari vaksin adalah efektif dan seharusnya tidak usah diragukan lagi.

Hal senada dikatakan Wakil Presiden Sabin Vaccine Instute, yang mengadvokasi perluasan akses vaksin secara global, Denise Garret.

"Hasil tersebut sangat baik dan sangat menggembirakan," katanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Butuh Data yang Lebih Banyak Lagi

FOTO: Lansia Brasil Jalani Vaksinasi COVID-19 Secara Drive-Thru
Perbesar
Tiga orang dalam mobil mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 Sinovac sebagai bagian dari program vaksinasi prioritas untuk lansia di lokasi drive-thru yang didirikan di tempat parkir stadion sepak bola Pacaembu, Sao Paulo, Brasil, Rabu (3/3/2021). (AP Photo/Andre Penner)

Meski begitu, Denise dan Gonzalo mengatakan bahwa masih ada pertanyaan yang belum terjawab, dan masih perlu banyak data guna menganalisa hasil dengan benar, termasuk informasi mengenai orang-orang yang mendapat vaksin Sinovac tapi tidak mengembangkan kekebalan.

Sebab, perlu diketahui juga bahwa penyebaran virus Corona di Serrana memang melambat, tapi Ribeirao Preto yang berjarak hanya 12 mil barat justru mengalami lonjakan kasus COVID-19.

Kenaikan sebagian besar terjadi disebabkan varian Virus Corona yang lebih menular.

Saat ini, kondisi Rumah sakit di Ribeirao Preto penuh dengan pasien COVID-19. Walikota pun memberlakukan tindakan penutupan yang ketat pekan lalu, termasuk menghentikan transportasi umum dan membatasi jam bagi 700.000 penduduk kota untuk membeli bahan makanan.

Beberapa akan menunggu berbulan-bulan untuk vaksin mereka. Hampir semua toko tutup, dan 95 persen tempat tidur unit perawatan intensif ditempati oleh pasien yang terjangkit Virus Corona

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perjuangan Serrana Menghadapi Pandemi COVID-19

FOTO: Lansia Brasil Jalani Vaksinasi COVID-19 Secara Drive-Thru
Perbesar
Seorang wanita mengamati jarum suntik berisi vaksin COVID-19 Sinovac yang akan disuntikkan kepada lansia selama program vaksinasi prioritas di lokasi drive-thru yang didirikan di tempat parkir stadion sepak bola Pacaembu, Sao Paulo, Brasil, Rabu (3/3/2021). (AP Photo/Andre Penner)

Salah seorang dokter di rumah sakit Serrana, Dr Joao Antonio Madalosso Jr, bercerita bahwa beberapa bulan yang lalu, Serrana berjuang mengatasi pandemi COVID-19.

"Pada akhir Januari 2021 kami mendengar proyek ini akan datang ke Serrana, dan saat itu juga ketenangan muncul sedikit demi sedikit," kata Madalosso, 32 tahun.

Dia lalu menunjuk kursi kosong yang ada di bangsal COVID-19 rumah sakit,"Lihat saja ini. Ini jauh lebih tenang daripada Ribeirao Preto dan seluruh wilayah. Vaksin memang bukan obat, tapi ini adalah solusi untuk mengubahnya menjadi flu ringan sehingga orang-orang dapat melanjutkan kehidupannya.".

Kondisi tersebut tidak berarti Serrana sepenuhnya terbebas dari bayang-bayang Virus Corona.

Sebab, ada juga warga yang enggan divaksinasi, atau enggan menerima dosis kedua setelah dia terkena COVID-19 tidak lama usai menerima dosis pertama vaksin Sinovac.

Bahkan, saat ini saja ada satu pasien COVID-19 yang berada dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Dr Geraldo Cesar Reis, Serrana, berumur 63 tahun, menolak vaksin yang ditawarkan.

Menurut dokter yang memantau kesehatan 'orang asing' tersebut, dia sedang menunggu penggunakan vaksin Pfizer yang masih langka di Brasil.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓