Kenaikan Kasus COVID-19 2 Pekan Pasca Lebaran 2021 Tidak Setinggi Tahun Lalu

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 03 Jun 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 03 Jun 2021, 08:00 WIB
Wiku Adisasmito
Perbesar
Di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (20/5/2021), Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito menegaskan vaksin AstraZeneca non batch CTMAV547 akan tetap diberikan kepada masyarakat. (Tim Komunikasi Satgas COVID-19/Damar)

Liputan6.com, Jakarta Kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia dalam dua pekan pasca Lebaran 2021 tidak setinggi tahun lalu. Perkembangan pandemi COVID-19 tahun ini terlihat lebih baik pada kenaikan kasus dan kematian.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito memaparkan, perbandingan kenaikan kasus COVID-19 tahun 2020 mencapai 65,55 persen, sedangkan kenaikan pada tahun 2021 kenaikan di angka 56,6 persen. Data dihimpun per 31 Mei 2021.

"Jika dlihat dari perkembangan kematian tahun 2020, angkanya sebesar 66,34 persen. Sementara itu, di tahun 2021, penurunan angka kematian sebesar 3,52 persen," papar Wiku di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, ditulis Kamis (3/6/2021).

Secara rinci, kenaikan kasus COVID-19 periode dua pekan pasca Idulfitri tahun 2020, (25 Mei vs 8 Juni 2020), ada 5 provinsi tertinggi. Pada tahun 2020, Jawa Tengah naik 368 persen, Sulawesi Selatan naik 280 persen, Kalimantan Selatan naik 99 persen, Jawa Timur naik 45,36 persen, dan DKI Jakarta naik 33,2 persen.

Jika dibandingkan kenaikan kasus COVID-19 di tingkat provinsi tahun 2021(10 Mei vs 24 Mei 2021), kenaikan tertinggi berada di Jawa Tengah naik 103,2 persen, Kepulauan Riau naik 103 persen, Riau naik 69 persen), DKI Jakarta naik 49,5 persen, dan Jawa Barat (naik 25 persen).

"Data perbandingan ini menegaskan bahwa dampak kenaikan kasus yang ditimbulkan dalam 2 minggu paska Idulfitri tahun ini, tidak setinggi pada Idulfitri tahun 2020 lalu. Bahkan angka kematian mengalami penurunan pasca Idulfitri kali ini, pungkas Wiku.

"Lalu data perkembangan dari 5 besar provinsi, persentase kenaikan kasus COVID-19 lebih rendah dibandingkan tahun lalu."

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tingkatkan Testing dan Karantina Pelaku Perjalanan

Arus Balik Mudik Kereta Api
Perbesar
Penumpang kereta api Argo Lawu dari Solo keluar dari gerbong di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (17/5/2021). Kepala Humas PT KAI Daop I Eva Chairunisa mengatakan, pada hari ini diperkirakan akan ada 2.100 penumpang kereta api jarak jauh yang akan tiba di Jakarta. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Wiku Adisasmito memberikan contoh meski kenaikan kasus COVID-19 di Jawa Tengah tetap menduduki urutan pertama dua pekan pasca Lebaran tahun 2020 dan 2021, persentase tahun ini lebih rendah dari tahun lalu. Bahkan menurun hingga sepertiganya.

Selain itu, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan yang berada di urutan kedua dan ketiga tahun 2020, tahun ini sama sekali tidak masuk dalam 5 besar provinsi dengan kenaikan kasus COVID-19 tertinggi.

"Melihat pencapaian ini, apresiasi diberikan kepada masyarakat dan pemerintah daerah karena telah belajar beradaptasi selama satu tahun. Ini modal kita ke depan selama kondisi pandemi," imbuh Wiku.

Agar kenaikan kasus COVID-19 tidak terjadi makin tinggi, pemerintah daerah terus meningkatkan kapasitas testing dan masyarakat sudah mematuhi peraturan penerapan karantina mandiri 5 x 24 jam bagi yang baru pulang bepergian dalam periode mudik Lebaran.

"Saya mengingatkan, jangan lengah. Ini baru dua minggu pasca Lebaran, dampaknya (kenaikan kasus COVID-19) akan masih sangat terasa sampai beberapa minggu ke depan," lanjut Wiku.

"Pilihan ada di tangan kita semua, jika kita patuh protokol kesehatan dan terus meningkatkan testing dan kualitas pelayanan, maka perkembanganan bisa saja akan tetap stabil. Namun, jika kita memilih abai protokol kesehatan, maka bukan tidak mungkin kenaikan paska Idulfitri akan lebih tinggi dari tahun lalu."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 6 Kebiasaan Bikin Hand Sanitizer Tak Efektif Cegah Covid-19

Infografis 6 Kebiasaan Bikin Hand Sanitizer Tak Efektif Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 6 Kebiasaan Bikin Hand Sanitizer Tak Efektif Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓