PERSI Ungkap Keterisian Tempat Tidur COVID-19 di Beberapa Provinsi Mulai Naik

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 21 Mei 2021, 06:00 WIB
Diperbarui 21 Mei 2021, 06:00 WIB
Ruang Isolasi Pasien Corona di Aceh
Perbesar
Petugas medis dengan pakaian pelindung menyiapkan ruang isolasi di sebuah rumah sakit di Banda Aceh, Selasa (3/3/2020). Di Aceh, dua rumah sakit menjadi rujukan pasien virus Corona, yakni Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh dan RSUD Cut Meutia, Aceh Utara. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) melaporkan bahwa saat ini mulai ada peningkatan penggunaan tempat tidur untuk COVID-19 yang signifikan di beberapa provinsi.

Lia G. Partakusuma, Sekretaris Jenderal PERSI mengatakan bahwa berdasarkan laporan dari sekitar seribu rumah sakit COVID-19 di Indonesia, bed occupancy ratio (BOR) yang ada masih sekitar 30 persen atau lebih rendah dari itu.

"Tetapi kalau kita lihat per provinsi, itu sudah ada beberapa provinsi yang memang menunjukkan angka peningkatan yang cukup signifikan," kata Lia dalam dialog virtual KPCPEN pada Kamis (20/5/2021).

Lia mengatakan, sudah ada provinsi yang peningkatan BOR-nya di atas 50 persen seperti Aceh dan Sulawesi Barat. "Bahkan Aceh bisa lebih dari 100 persen kenaikan pasien COVID-nya," ujarnya

Selain itu ada juga yang peningkatannya mencapai 25 sampai 50 persen yaitu Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Riau. "Serta yang 10 sampai 24 persen yaitu Babel (Bangka Belitung), Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jambi," kata Lia.

Semakin Banyak yang Positif, Semakin Banyak yang Dirawat

FOTO: Kapasitas RS Rujukan COVID-19 di Jakarta Tersisa 13 Persen
Perbesar
Pasien COVID-19 terlihat pada jendela salah satu kamar isolasi Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (19/1/2021). Pemprov DKI Jakarta mengungkapkan ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU di rumah sakit rujukan COVID-19 tersisa 13 persen. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Beberapa provinsi juga dilaporkan mengalami peningkatan BOR, misalnya Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun menurut Lia, angkanya masih di bawah 10 persen.

Lia kembali mengatakan bahwa dari 100 persen pasien COVID-19, memang data menunjukkan 80 persen di antaranya tanpa gejala dan tidak membutuhkan perawatan.

Namun, 20 persen mengalami gejala ringan, sedang, dan berat, dengan 5 persen di antara mereka membutuhkan perawatan yang khusus.

"Jadi artinya kalau semakin banyak jumlah pasien yang positif COVID. Bisa dipastikan jumlah orang yang harus dirawat semestinya juga naik," ujarnya.

Terkait hal ini, Lia mengatakan bahwa hampir setiap minggu atau dua kali seminggu, rumah sakit dikumpulkan oleh Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan informasi mengenai kesiapsiagaan yang harus dilakukan.

"Kasus per hari sekarang kan memang 4 ribuan, tapi kalau naik terus, sampai 7 ribu, 8 ribu pada waktu yang bersamaan, pasti rumah sakit itu kolaps dan tidak bisa membantu dengan maksimal. Itu yang kita khawatirkan, apalagi kalau dalam waktu bersamaan."

Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran

Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran
Perbesar
Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓