Gubernur Ridwan Kamil: 50 Pemudik di Jabar Positif COVID-19

Oleh Arie Nugraha pada 17 Mei 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 17 Mei 2021, 19:00 WIB
Pelabuhan Merak, Banten
Perbesar
Sejumlah pemudik motor mengantre menaiki kapal di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (5/5/2019) dini hari. Satu hari sebelum larangan mudik diberlakukan pada 6 Mei 2021, para pemudik yang akan menuju Pulau Sumatera mulai memadati Pelabuhan Merak. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan sebanyak 50 orang yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 2021 diketahui positif terpapar COVID-19. Hal itu diketahui usai dilakukan tes pemeriksaan.

Menurut Ridwan Kamil seluruh pemudik itu telah ditangani oleh Satgas COVID-19 daerah yang menjadi tujuan mudik. Sama halnya dengan tiga wisatawan yang diketahui terpapar penyakit serupa.

"Terlaporkan 50 pemudik itu positif COVID-19, sudah ditindaklanjuti dan tiga wisatawan yang positif COVID. Menunjukkan kekhawatiran itu nyata adanya dengan temuan di Jawa Barat, positif COVID di jalan dan positif COVID sebagai wisatawan," ujar Ridwan Kamil dalam keterangan daring dari Kantor Gubernur Jawa Barat, Bandung, Senin, 17 Mei 2021.

Ridwan Kamil mengatakan selain temuan paparan positif COVID-19, sebanyak 1.708 pemudik yang datang ke Jawa Barat menjalani karantina selama lima hari.

Ridwan Kamil menjelaskan karantina dilakukan kepada pemudik ini, usai mereka meloloskan diri dari posko pengadangan mudik Lebaran 2021. Proses karantina itu dilakukan di posko yang didirikan oleh Satgas COVD-19 tingkat desa dan kelurahan setempat.

"Mudah - mudahan dengan kombinasi ketatnya PPKM, pas pulang mudik juga di tes lagi. Yang hilang - hilang akibat (menjalani) mudik ini, dilakukan tes agar paparan COVID-19 terkendali," kata Ridwan Kamil.

 

2 dari 4 halaman

RT/RW Wajib Lapor Warga

Ridwan Kamil mewajibkan kepada seluruh kepala rukun tetangga dan rukun warga (RT dan RW) untuk melaporkan warganya yang tidak ada saat hari raya Lebaran kepada Satgas COVID-19. Gunanya untuk dilakukan prioritas pengetesan antigen COVID-19 dan PCR.

Ridwan Kamil tidak menginginkan para pemudik yang telah disebutkan jumlahnya tadi, kembali ke tempat biasa beraktivitas tanpa melalui tes COVID-19.

"Khususnya di daerah sumber pemudik Jabodetabek dan Bandung Raya, terus berinteraksi dengan warga di wilayahnya dan tetiba muncul klaster di berbagai pemukiman," ucap Ridwan Kamil.

Pengetesan COVID-19 juga dilakukan di masa perjalanan balik Lebaran 2021. Terdapat 17 lokasi pengetesan antigen COVID-19 di jalur balik Lebaran 2021, dengan daya tampung 200 alat tes di tiap lokasinya.

Diharapkan setiap harinya, setiap lokasi pengetesan antigen COVID-19 mencapai 3.500 per harinya. Seluruhnya ini dilakukan Pemerintah Jawa Barat untuk menekan lonjakan kasus paparan COVID-19 usai dua pekan libur Lebaran 2021. (Arie Nugraha)

3 dari 4 halaman

Infografis

Infografis 3 Varian Virus Corona Paling Menular Lolos ke Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 3 Varian Virus Corona Paling Menular Lolos ke Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓