Malaysia Catat Rekor Kematian COVID-19 Tertinggi, 44 Orang Meninggal

Oleh Benedikta Desideria pada 16 Mei 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 16 Mei 2021, 07:00 WIB
FOTO: Malaysia Perketat Pembatasan Pergerakan Terkait COVID-19
Perbesar
Para pejalan kaki memakai masker saat berjalan di distrik perbelanjaan di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (14/1/2021). Otoritas Malaysia memperketat pembatasan pergerakan untuk mencoba menghentikan penyebaran virus corona COVID-19. (AP Photo/Vincent Thian)

Liputan6.com, Jakarta Negara tetangga Malaysia kembali mencatatkan rekor kematian COVID-19 tertinggi. Pada 15 Mei 2021 ada 44 orang meninggal karena COVID-19 di Negeri Jiran. Angka ini paling tinggi selama pandemi menghantam Malaysia.

Sebelumnya pada 12 Mei 2021 Malaysia mencatatkan angka kematian tertinggi karena COVID-19 yakni 39.

Kasus kematian pada pasien COVID-19 di Malaysia rentang usia 48-92. Sebagian besar dari mereka yang meninggal memiliki penyakit komorbid seperti diabetes dan hipertensi.

Kasus COVID-19 di Malaysia pada Sabtu, 15 Mei 2021 juga bertambah 4.140. Sehingga akumulasinya menjadi 466.330. Kasus aktif saat ini ada 42.135 dengan 503 diantaranya dirawat di ICU seperti dikutip Channel News Asia.

Sebagian laporan kasus baru COVID-19 datang dari Klang Valley. Baru disusul Selangor, Kuala Lumpur, Johor dan Sarawak. Beberapa kasus baru yang muncul berasal dari klaster perkantoran, aktivitas keagamaan, dan institusi penddikan.

Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat bila tidak mampu menjalankan protokol kesehatan dengan baik, di bulan Juni kasus harian COVID-19 bisa mencapai 8.000.

 

2 dari 3 halaman

Infografis Kombinasi 3M Turunkan Risiko Tertular Covid-19 hingga 99,9 Persen.

Infografis Kombinasi 3M Turunkan Risiko Tertular Covid-19 hingga 99,9 Persen. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Kombinasi 3M Turunkan Risiko Tertular Covid-19 hingga 99,9 Persen. (Liputan6.com/Trieyasni)
3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓