Kasus Penggumpalan Darah Langka pada Penerima Vaksin AstraZeneca di Inggris

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 14 Mei 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 14 Mei 2021, 18:00 WIB
COVID-19 di Inggris
Perbesar
COVID-19 di Inggris. (AP Photo/Matt Dunham)

Liputan6.com, Jakarta Vaksin AstraZeneca dikaitkan dengan kejadian penggumpalan darah langka yang terjadi di Inggris. Kejadian ini dilaporkan meningkat menjadi 168 kasus setelah lebih dari 21,2 juta orang Inggris mendapatkan suntikan vaksin tersebut.

Regulator obat-obatan Inggris mengatakan tingkat kematian kasus secara keseluruhan adalah 19 persen, dengan 32 kematian dilaporkan hingga 14 April 2021.

Melansir Standard.co.uk, kasus penggumpalan darah langka yang dilaporkan terjadi pada 93 perempuan dan 75 laki-laki berusia 18 hingga 93 tahun. Satu kasus dilaporkan setelah pemberian dosis kedua vaksinasi, kata regulator.

Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan (MHRA) mengatakan bahwa sementara perkiraan tingkat kejadian kasus telah meningkat dari waktu ke waktu, jumlah kasus tetap sangat rendah dalam konteks jutaan dosis yang diberikan.

Regulator tetap yakin bahwa manfaat vaksin AstraZeneca masih lebih besar daripada risikonya bagi sebagian besar orang.

MHRA hingga 14 April telah menerima laporan 168 kasus peristiwa tromboemboli mayor (pembekuan darah) dengan trombositopenia bersamaan (jumlah trombosit rendah) pada orang yang pernah menjalani suntikan AstraZeneca. Ini meningkat dari angka sebelumnya yakni 100 laporan kasus hingga 5 April 2021.

2 dari 4 halaman

Sangat Langka

Dari 168 kasus dalam ringkasan terbaru, trombosis sinus vena serebral (CVST atau bekuan darah di otak) dilaporkan pada 77 kasus, dan 91 kasus memiliki kejadian tromboemboli mayor lainnya dengan trombositopenia bersamaan.

Dari kasus CVST, usia rata-rata adalah 47, sedangkan untuk kejadian tromboemboli mayor lainnya rata-rata berusia 55 tahun.

Perkiraan jumlah dosis pertama vaksin AstraZeneca yang diberikan di Inggris pada 14 April adalah 21,2 juta, membuat insiden kasus keseluruhan 7,9 per juta dosis, kata MHRA. Ini meningkat dari tingkat insiden hingga 5 April sebesar 4,9 per juta dosis.

Profesor Pediatri di Universitas Bristol dan anggota Komite Bersama Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI), Adam Finn mengatakan "sudah jelas bahwa (sindrom trombotik trombositopenik) akan tetap menjadi peristiwa yang sangat langka,” katanya mengutip Standard.co.uk, Rabu (12/5/2021).

3 dari 4 halaman

Infografis 4 Manfaat Penting Vaksinasi COVID-19

Infografis 4 Manfaat Penting Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 4 Manfaat Penting Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓