Waspada Lonjakan COVID-19 Pasca Lebaran, IDI Perkirakan karena Klaster hingga Arus Balik Mudik

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 11 Mei 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 11 Mei 2021, 21:09 WIB
Banner Infografis 4 Poin Utama Cegah Klaster Keluarga. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Banner Infografis 4 Poin Utama Cegah Klaster Keluarga. (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memperingatkan masyarakat tetap mewaspadai lonjakan kasus COVID-19 pasca Lebaran 2021, meski Pemerintah sudah mengumumkan pelarangan mudik selama 6-17 Mei 2021.

Ketua Tim Mitigasi IDI Adib Khumaidi mengatakan, saat ini sudah terlihat kenaikan kasus COVID-19 kembali seperti tahun lalu walau program vaksinasi terus berjalan.

"Kami mengingatkan agar seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (rumah sakit, puskesmas, klinik) serta para dokter dan tenaga kesehatan lainnya menyiapkan ketersediaan ventilator, obat-obatan, Alat Pelindung Diri (APD), tempat tidur, ruangan," kata Adib melalui keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Selasa (11/5/2021).

"Upaya ini untuk mengantisipasi lonjakan kasus pasca libur Hari Raya Idulfitri sampai 1-2 bulan ke depan."

Faktor lonjakan COVID-19 usai Lebaran di atas, menurut Adib, diperkirakan karena adanya klaster-klaster COVID-19 yang muncul selama beberapa bulan terakhir. Misal, klaster perkantoran, klaster keluarga, klaster ibadah bersama, dan klaster buka puasa bersama.

"Ditambah juga adanya momentum-momentum Idulfitri, arus balik mudik, mudik serta mutasi virus Corona di tengah semakin banyaknya masyarakat yang abai protokol kesehatan, meski sudah divaksinasi," lanjutnya.

2 dari 4 halaman

Sosialisasi Protokol Kesehatan Melalui Khotbah Idulfitri

FOTO: Penerapan Physical Distancing Salat Id di Tangerang Selatan
Perbesar
Pegawai pemerintahan Wali Kota Tangerang Selatan melaksanakan salat Idul Adha 1441 H di Masjid Al I'tishom, Kompleks Wali Kota Tangerang Selatan, Jumat (31/7/2020). Salat menerapkan physical distancing atau jaga jarak untuk mengantisipasi penularan COVID-19. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Adib Khumaidi, yang juga Ketua Lembaga Kesehatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar materi terkait protokol kesehatan saat pandemi COVID senantiasa disosialisasikan melalui khotbah Idulfitri di seluruh Indonesia.

Protokol kesehatan harus tetap dilakukan, walau vaksinasi COVID-19 sudah diterima. Ini karena vaksinasi belum menjamin tubuh kebal dari virus Corona.

"Vaksinasi saja tidak menjamin tubuh kita akan kebal terhadap virus, apalagi mutasi virus Corona. Protokol kesehatan 5M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, Membatasi Mobilitas) tetap wajib dilakukan," tegas Adib.

Selama beberapa pekan terakhir sejak mencuatnya lonjakan kasus COVID-di India, yang kini meluas ke Malaysia dan negara tetangga lainnya, Indonesia mencatatkan kasus harian COVID-19 tertinggi hingga mencapai hampir 10 ribu kasus.

Bahkan mutasi virus Corona turunan B.1 dengan varian, seperti di B117 yang diidentifikasi di Inggris, B1351 yang diidentifikasi di Afrika Selatan, dan B.1617.1 serta B.1.617.2 yang diidentifikasi di India sudah mulai ditemukan di Indonesia. (Selengkapnya: Varian Corona B117 dan B1617 Masuk Indonesia Banyak Datang dari Negara Ini)

3 dari 4 halaman

Infografis Waspada Klaster Baru Covid-19 Bermunculan

Infografis Waspada Klaster Baru Covid-19 Bermunculan. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Waspada Klaster Baru Covid-19 Bermunculan. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓