Alasan Ibu Tidak Dianjurkan Puasa Ramadan di 4 Bulan Pertama Masa Kehamilan

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 12 Mei 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 12 Mei 2021, 07:00 WIB
Baik untuk Kesehatan Janin
Perbesar
Ilustrasi Kehamilan Credit: pexels.com/Leah

Liputan6.com, Jakarta Berbagai penelitian menunjukkan bahwa puasa Ramadan tidak berpengaruh buruk pada ibu hamil yang sehat dan pada pertumbuhan janinnya.

Hal ini disampaikan dokter spesialis kebidanan kandungan dari Universitas Indonesia (UI) Prof. Dwiana Ocviyanti. Menurutnya, puasa aman bagi ibu hamil selama kehamilannya sehat dan gizinya tercukupi.

“Boleh enggak kalau ibu hamil puasa terus saat puasa muntah-muntah? Itu mah tidak sehat, jelas muntah-muntah itu karena sedang tidak sehat. Jadi sederhana, kalau tidak sehat ya tidak boleh puasa,” ujar Dwiana dalam seminar daring Medicine UI dikutip Selasa (11/5/2021).

Secara fisiologis, ibu hamil memang ada gangguan pencernaan karena saat kondisi hamil ada peningkatan hormon yang akan mengganggu gerak lambung serta gerak usus.

“Sehingga ibu hamil ini akan merasa mudah sekali kembung, buang angin, asam lambung naik, apalagi dalam kondisi stres karena asam lambung ini dipengaruhi kondisi psikis.”

Dwiana menambahkan, hormon kehamilan terutama dalam masa awal hingga 4 bulan akan menimbulkan perubahan fungsi pengecapan dan rasa mual. Hormon ini dapat keluar melalui urin, sehingga disarankan untuk ibu hamil minum yang banyak dan makan makanan mengandung air di masa awal tersebut.

“Karena itulah bagi ibu yang sedang mual hebat tidak mungkin untuk puasa karena dia harus banyak minum dan makanan yang mengandung banyak air seperti semangka dan bayam.”

2 dari 4 halaman

Persiapan Puasa Ibu Hamil

Jika ibu hamil masuk kategori sehat dan diperbolehkan untuk berpuasa oleh dokter, maka ada beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum puasa.

Persiapan-persiapan tersebut yakni:

-Memastikan kondisi sehat.

-Menyediakan semua kebutuhan nutrisi ibu dan janin.

“Kalau makan aja sulit kemudian kerjaan ibunya terlalu repot tentu sulit untuk puasa. Jadi dia boleh puasa jika dia bisa memenuhi kebutuhan nutrisi untuk dirinya sendiri.”

-Menghindarkan pengaruh negatif bagi bayi termasuk stres.

-Mendukung metabolisme tubuh ibu dan memelihara badan sehat.

“Tidak benar kalau orang hamil itu hanya boleh tiduran, orang hamil itu perlu olah tubuh yang sederhana seperti jalan kaki.”

-Mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah.

“Jika gula darah dan tekanan darah tidak terkontrol sudah dipasikan ibu tidak boleh puasa. Jadi usahakan periksa kesehatan dulu sebelum puasa,” tutup Dwiana.

3 dari 4 halaman

Infografis Aman Berpuasa Saat Pandemi COVID-19

Infografis Aman Berpuasa Saat Pandemi Covid-19
Perbesar
Infografis Aman Berpuasa Saat Pandemi Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓