1000 Hari Pertama Kehidupan Anak Terlewati, Stunting Sulit Diperbaiki

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 09 Mei 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 09 Mei 2021, 13:00 WIB
Ilustrasi Stunting
Perbesar
Ilustrasi Stunting. Foto: Ade Nasihudin Liputan6.com (9/11/2020).

Liputan6.com, Jakarta 1000 hari pertama kehidupan (HPK) adalah saat-saat yang penting di kehidupan seorang anak, yang menentukan apakah dirinya bisa terbebas dari stunting atau tidak.

Para pakar mengatakan bahwa setelah bayi dilahirkan, kondisi stunting masih bisa dicegah hingga anak tersebut menginjak usia 2 tahun.

Namun bagaimana jika anak telah melewati 1000 hari pertama kehidupannya tetapi masih berada dalam kondisi stunting?

Sinteisa Sunarjo, Group Business Unit Head Woman Nutrition KALBE Nutritionals dalam konferensi pers beberapa waktu lalu mengatakan bahwa kesempatan mengoreksi stunting apabila anak telah melewati 1000 HPK sangatlah kecil.

"Bisa tapi mungkin upaya yang dilakukan dengan hasil yang didapatkan mungkin akan kecil. Tingkat keberhasilannya juga kecil," kata Sinteisa dalam Smart Sharing: Program Kerja Sama Penurunan Angka Stunting di Indonesia.

"Jadi memang 1000 HPK itu, bahkan sebelum 1000 HPK pada masa persiapan itu memang sangat critical," kata Sinteisa di kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jakarta, ditulis Jumat (7/5/2021).

2 dari 4 halaman

Memenuhi Nutrisi Ibu

Mencegah Stunting dengan Pemeriksaan Rutin Kehamilan di Puskesmas
Perbesar
Seorang ibu hamil memberi minum anaknya saat menunggu antrean untuk pemeriksaan rutin di Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Jakarta, Kamis (26/11/2020). (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Menurut Sinteisa, hal ini biasanya seringkali tidak disadari oleh ibu-ibu di Indonesia karena menganggap bahwa anak nantinya cukup mengonsumsi susu atau makan makanan bergizi saja.

"Tapi kalau sudah lewat 1000 HPK sudah tidak optimal lagi nutrisi yang diberikan. Jadi justru sebetulnya sangat penting itu sebelum hamil, saat hamil, saat menyusui, sampai bayi berusia 2 tahun, itu yang paling optimal."

Dalam kesempatan yang sama, Zamhir Setiawan, Direktur Bina Akses Pelayanan Keluarga Berencana BKKBN mengatakan bahwa untuk mencegah stunting usai bayi dilahirkan, hingga usia 6 bulan dia harus diupayakan mendapatkan ASI eksklusif.

"Ibu juga harus dipenuhi gizinya karena untuk memenuhi kebutuhan si bayi, tentu saja status gizi si ibu harus baik," kata Zamhir.

Baru setelah usia bayi menginjak 6 bulan, dia bisa mendapatkan makanan pendamping ASI karena kebutuhan nutrisinya juga bertambah seiring pertumbuhannya.

"Di samping itu tentu saja kondisi-kondisi lain yang ada di lingkungan dan rumah, itu juga harus diperbaiki," kata Zamhir.

"Karena bayi yang lahir stunting cenderung mudah sakit maka bagaimana supaya kondisi lingkungan dan rumahnya memenuhi syarat untuk tidak mempermudah terjadinya penyakit, misalnya ketersediaan air bersih, jamban keluarga, dan lain-lain."

3 dari 4 halaman

Infografis Stunting, Ancaman Hilangnya Satu Generasi

Infografis Stunting, Ancaman Hilangnya Satu Generasi
Perbesar
Infografis Stunting, Ancaman Hilangnya Satu Generasi. (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓