Wapres: Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga Tak Harus Mahal, Ibu Perlu Kreatif

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 05 Mei 2021, 21:00 WIB
Diperbarui 05 Mei 2021, 21:00 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin. (Foto: Sekretariat Wakil Presiden)
Perbesar
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin. (Foto: Sekretariat Wakil Presiden)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin mengatakan bahwa seorang ibu memiliki peran dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat di dalam keluargannya.

Menurut Wapres Ma'ruf, ketahanan pangan dalam keluarga bisa dilihat dari hadirnya anak yang sehat secara lahir dan batin. Untuk itu, ibu memiliki peranan penting, misalnya dengan memenuhi gizi di seribu hari awal kehidupan anak.

Dilansir dari siaran pers di laman Wapres RI pada Rabu (5/5/2021), Ma'ruf Amin mengatakan bahwa para ibu juga dituntut untuk selalu kreatif dalam menyajikan makanan bagi keluarganya.

"Peran Ibu juga diperlukan untuk menyeimbangkan pola konsumsi keluarganya pada pilihan makanan yang tidak sekedar mengenyangkan tapi juga memenuhi gizi, serta kreatif dalam menyediakan diversifikasi atau penganekaragaman pangan untuk keluarganya," ujarnya.

Menurut Ma'ruf, pemenuhan pangan tidaklah hanya dengan mengonsumsi beras atau nasi, tetapi juga bisa didapatkan dari komoditas lain misalnya sagu, jagung, ubi, ketela, dan lain-lain yang tersedia di berbagai daerah.

Ia mengungkapkan bahwa di seluruh Tanah Air, terdapat sekitar 100 jenis pangan sumber karbohidrat, 100 jenis kacang-kacangan, 250 jenis sayuran, dan 450 jenis buah-buahan.

"Indonesia merupakan negara tropis dengan kekayaan biodiversitas agraris. Salah satu kekayaan sumber daya alamnya berupa ragam sumber hayati penghasil karbohidrat tinggi," kata Wapres.

2 dari 4 halaman

Ketahanan Pangan demi Mencegah Stunting

Wapres Ma'ruf Amin mengunjungi Universitas Mataram, Lombok, NTB. (Foto: Setwapres)
Perbesar
Wapres Ma'ruf Amin mengunjungi Universitas Mataram, Lombok, NTB. (Foto: Setwapres)

Selain itu, Wapres menilai bahwa ketahanan pangan dalam keluarga yang kuat, juga bisa mencegah terjadinya tengkes atau stunting pada anak. Kondisi ini berarti kekurangan gizi kronis yang menyebabkan tubuh anak menjadi lebih pendek dibandingkan anak lain seusianya.

Ma'ruf mengatakan, anak-anak dengan kondisi tengkes akan memiliki kemampuan kognitif yang lebih rendah, lebih rentan terhadap penyakit tidak menular, serta saat dewasa berpotensi memiliki produktivitas yang rendah.

"Dalam jangka panjang, tengkes yang tidak ditangani dengan baik akan merugikan kita sebagai bangsa dan negara," ujarnya.

Status gizi buruk pada ibu hamil dan bayi, menurut Ma'ruf, menjadi faktor utama penyebab balita mengalami stunting.

"Di sinilah diperlukan peran Ibu di seluruh Indonesia untuk secara cerdas dan kreatif dapat berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga," kata Wapres.

Selain itu, Ma'ruf juga mengatakan bahwa menyediakan makanan yang bergizi dan bervariasi tidak harus dengan cara yang mahal. Ia menyebut bahwa seseorang bisa memanfaatkan lingkungan sekitarnya untuk menanam tanaman pangan.

"Penyediaan bahan makanan yang cukup, aman, dan bergizi tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan pekarangan dan lahan terbatas serta penganekaragaman pangan untuk keluarga, tanpa harus mengeluarkan biaya mahal untuk memperolehnya."

3 dari 4 halaman

Infografis Stunting, Ancaman Hilangnya Satu Generasi

Infografis Stunting, Ancaman Hilangnya Satu Generasi
Perbesar
Infografis Stunting, Ancaman Hilangnya Satu Generasi. (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓