Varian Virus Corona B1617 India Masuk Indonesia, Satgas COVID-19 Minta Masyarakat Tidak Panik

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 04 Mei 2021, 16:16 WIB
Diperbarui 04 Mei 2021, 22:37 WIB
Wiku Adisasmito
Perbesar
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)

Liputan6.com, Jakarta Varian virus Corona B1617 dari India sudah masuk ke Indonesia, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 meminta masyarakat tidak panik. Protokol kesehatan harus dapat terus dilakukan.

"Kita harus waspada karena varian virus COVID-19 yang berasal dari India, yaitu B1617 telah masuk ke Indonesia. Saya minta masyarakat untuk tidak panik," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Selasa, 4 Mei 2021.

"Hal yang penting dan dilakukan oleh masyarakat adalah mematuhi protokol kesehatan sebagai bentuk perlindungan diri dari penularan COVID-19."

Upaya lain yang dilakukan untuk meredam penyebaran varian virus Corona dengan mengetatkan pintu masuknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri. 

"Pemerintah juga telah mengantisipasi masuknya TKI dari luar negeri. Sesuai dengan arahan Presiden, maka Pangdam dan Kapolda di daerah diminta mengintegrasikan seluruh instansi pusat yang terlibat dalam kepulangan TKI," lanjut Wiku.

"Hal ini dilakukan untuk memudahkan kontrol terhadap TKI yang pulang ke Tanah Air sekaligus mencegah adanya oknum yang melakukan pelanggaran terkait prosedur kedatangan ke Tanah Air."

2 dari 4 halaman

Varian Virus Corona B117 dan B1351

Kenang Warga Afsel Meninggal Akibat COViD-19, Warga Pasang Pita di Pagar
Perbesar
Silva Cossa dan Leonard Makuya, dua orang pengurus, mengikat pita ke pagar gereja St James Presbyterian di Bedford Gardens, Johannesburg, Rabu (29/7/2020). Pita tersebut mewakili warga Afrika Selatan yang meninggal akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Themba Hadebe)

Kemarin, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, ada dua insiden varian virus Corona B1617 India.

"Sudah ada mutasi baru yang masuk, yaitu dari India. Ada dua insiden yang kita lihat, dua-duanya di Jakarta," kata Budi saat konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 3 Mei 2021.

Selain dari India, ada juga varian virus Corona B117 dan B1351 dari Afrika Selatan. Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan, munculnya varian-varian baru ini menjadi salah satu alasan terjadinya lonjakan kasus di beberapa negara.

“Selain karena mobilitas tinggi, lonjakan kasus juga disebabkan munculnya varian baru B117 asal Inggris, B1617 India, dan B1351 Afrika Selatan,” ujar Nadia saat konferensi pers, Selasa, 4 Mei 2021.

Adapun varian yang tergolong dalam Variant of Concern (VOC) atau varian yang diwaspadai, yakni B117, B1351, dan P1. Varian B117 diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi sekitar 36 sampai lebih dari 70 persen dibandingkan dengan jenis virus yang beredar sebelumnya.

“Kita tahu bahwa varian B117 ini adalah yang saat ini paling banyak dilaporkan oleh berbagai negara. Namun, di India varian B1617 justru yang paling mendominasi dibandingkan varian B117. Varian yang juga disebut mutasi ganda ini sudah ditemukan di Singapura dan Malaysia,” tambah Nadia.

3 dari 4 halaman

Infografis Varian Baru Virus Covid-19 Lebih Mematikan?

Infografis Varian Baru Virus Covid-19 Lebih Mematikan? (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Varian Baru Virus Covid-19 Lebih Mematikan? (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓