Sering Kegerahan meski Cuaca Tidak Panas, Tanda Penyakit Tertentu?

Oleh Fitri Syarifah pada 05 Mei 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 05 Mei 2021, 07:00 WIB
Ilustrasi keringat dan bau badan
Perbesar
Ilustrasi keringatan saat kegerahan. Photo by Hans Reniers on Unsplash

Liputan6.com, Jakarta Pernahkah Anda merasa kegerahan seperti terus menerus berkeringat hingga kegerahan meskipun cuaca tidak panas. Sebenarnya hal ini bukan masalah namun jika hal tersebut sampai mempengaruhi kualitas hidup Anda, berarti ada pertanda kesehatan yang mendasarinya.

Seperti disampaikan ahli endokrinologi dan penyakit dalam yang berbasis di New York City, Deena Adimoolam-Gupta, MD, merasa gerah itu normal namun ada beberapa masalah kesehatan yang mungkin mengintai Anda. Berikut ulasannya, seperti dikutip Livestrong:

1. Masalah tiroid

Anda mungkin menderita hipertiroidisme, yaitu suatu kondisi tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid. "Gejala hipertiroidisme termasuk rasa panas yang berlebihan, ketidakmampuan untuk menahan suhu hangat dan/atau peningkatan keringat," kata Dr. Adimoolam-Gupta.

"Alasan pasti mengapa kelebihan hormon tiroid menyebabkan gejala-gejala ini tidak jelas, tetapi mungkin terkait dengan tingkat metabolisme basal yang lebih tinggi atau peningkatan hormon yang disebut katekolamin, yang menyebabkan vasodilatasi [pelebaran pembuluh darah yang menyebabkan peningkatan aliran darah dan menyalurkan kehangatan]," katanya.

2. Stres

Ketika tubuh mendapatkan stresor, tubuh akan beralih ke mode lawan atau ikuti alur. Lalu, kelenjar adrenal juga akan mengeluarkan katekolamin (khususnya epinefrin dan norepinefrin), jelas Dr. Adimoolam-Gupta.

Katekolamin mempersiapkan tubuh untuk melawan atau mengikuti alur, selain meningkatkan kewaspadaan mental dan kekuatan otot, serta meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan laju pernapasan, yang menghasilkan suhu tubuh yang lebih hangat, katanya.

 

2 dari 4 halaman

3. Sedang Ovulasi

Ovulasi adalah proses ketika sel telur yang sudah matang dikeluarkan dari ovarium ke tuba falopi untuk dibuahi. "Selama masa ovulasi, terjadi peningkatan hormon progesteron, yang menyebabkan peningkatan suhu," kata Dr. Adimoolam-Gupta.

Bahkan menurut peer-review artikel di StatPearls edisi Juli 2020, tak lama setelah ovulasi, progesteron melonjakkan basal suhu tubuh antara 0,5-1 derajat fahrenheit. Meskipun kenaikan satu derajat tampak kecil dan tidak signifikan, namun itu cukup untuk membuat perbedaan dalam tingkat kenyamanan Anda.

4. Menopause

Salah satu penyebab rasa panas Anda mungkin karena Anda sedang menopause karena menurut Dr. Adimoolam-Gupta.

Perubahan kadar hormon, termasuk estrogen dan progesteron juga mempengaruhi kondisi suhu tubuh. 

Terutama estrogen meningkatkan suhu tubuh dengan cara vasodilatasi (menyebabkan lebih banyak aliran darah ke kulit dan organ lain) sementara progesteron menurunkan termostat tubuh Anda.

"Ketidakseimbangan antara hormon inilah yang menyebabkan hot flashes (salah satu ciri menopause)," kata Dr. Adimoolam-Gupta.

5. Kafein

Menurut Dr. Adimoolam-Gupta, secangkir kopi bisa menjadi penyebab kepanasan. Karena kafein merangsang pelepasan katekolamin juga.

6. Hamil

Pertama, estrogen berada pada tingkat tertinggi selama kehamilan. Sebelumnya dijelaskan bahwa ketika estrogen dilepaskan maka akan memperlebar pembuluh darah dan menghasilkan lebih banyak aliran darah ke kulit yang akan menghangatkan tubuh.

Kedua, volume darah selama kehamilan juga meningkat, yang membuat jantung bekerja lebih keras (terutama pada minggu kedelapan kehamilan, detak jantung Anda 20% lebih cepat), kata Adimoolam-Gupta. Lalu dengan denyut nadi yang lebih cepat ini akan menghangatkan suhu tubuh. Ketiga, tubuh juga menyerap panas yang dihasilkan bayi, jelasnya.

7. Obat-obatan tertentu

Menurut National Collaborating Center for Environmental Health (NCCEH), banyak jenis obat yang dapat membuat Anda rentan terhadap masalah terkait panas, termasuk antidepresan, antihistamin, antipsikotik, dan diuretik. Obat tersebut dapat mengganggu termoregulasi normal tubuh Anda.

Misalnya, beberapa obat mempengaruhi hipotalamus (wilayah otak yang mengatur suhu tubuh normal) sementara yang lain dapat mengganggu kapasitas Anda untuk berkeringat (yang menghambat kemampuan tubuh untuk mendinginkan dirinya sendiri).

Apa yang harus Anda lakukan setelah mengetahui penyebabnya?

Jika Anda baru-baru ini merasakan panas yang mengganggu kehidupan sehari-hari yang sebelumnya tidak pernah Anda alami, mungkin penyebabnya adalah salah satu di atas atau mungkin karena hal lain. Maka daripada mencoba mendiagnosis diri sendiri, luangkan waktu untuk memeriksakan diri ke dokter, yang sekaligus akan membantu Anda mengatasi masalahnya dan memberitahu langkah selanjutnya.

3 dari 4 halaman

Infografis Jangan Sampai Ada Gelombang Kedua Covid-19

Infografis Jangan Sampai Ada Gelombang Kedua Covid-19
Perbesar
Infografis Jangan Sampai Ada Gelombang Kedua Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓