Kriteria Pasien yang Perlu Menjalani Operasi Bariatrik Metode Pengecilan Lambung

Oleh Gilar Ramdhani pada 03 Mei 2021, 20:55 WIB
Diperbarui 03 Mei 2021, 20:55 WIB
Penderita Obesitas Berisiko Terkena Batu Ginjal
Perbesar
Penderita Obesitas Berisiko Terkena Batu Ginjal

Liputan6.com, Jakarta Masalah obesitas atau kelebihan berat badan akut tidak boleh dianggap sepele. Hal ini dikarenakan obesitas bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan dari ujung kepala hingga kaki. Sebut saja risiko sakit kepala migren, asma, risiko serangan jantung, hipertensi, asam lambung dan kolesterol meningkat, perlemakan hati, diabetes, gangguan kesuburan, artritis, hingga asam urat.

Sejumlah penelitian bahkan menyebutkan bahwa pada mereka yang mengalami obesitas, kualitas hidupnya menurun. Sebab mereka mudah lelah dan tidak bisa beraktivitas seperti orang normal pada umumnya. Selain itu, masalah obesitas juga menyebabkan angka harapan hidup lebih pendek akibat risiko penyakit yang muncul dari obesitas.

Salah satu upaya untuk mengatasi masalah obesitas akut adalah dengan cara menjalani operasi bariatrik. Terutama metode sleeve gastrectomy yakni dengan pengecilan lambung.

Dr. Handy Wing menjelaskan operasi bariatrik atau Bariatric Surgery adalah suatu tindakan medis untuk mengatasi permasalahan obesitas yang sudah menyebabkan komplikasi dan gangguan kesehatan.

"Tujuan dari operasi bariatrik ini adalah untuk mengatasi obesitas dengan cara mengurangi asupan makanan melalui teknik mengubah anatomi dari lambung. Metode operasi batriatrik diantaranya sleeve gastrectomy dan gastric bypass," ujar dr. Handy Wing saat berbincang dengan liputan6.com pada Kamis (15/4).

Pada metode sleeve gastrectomy, dr. Handy menjelaskan bagian lambung akan dibuang sekiranya 75 persen dan menyisakan 25 persen. Sementara pada metode gastric bypass, bagian lambung akan disisakan hanya 10 persen dan terpisah dari lambung besar. Dari lambung yang 10 persen itu akan bypass langsung ke usus halus yang sebelumnya juga dipotong lebih pendek.

Berikut ini kriteria pasien atau orang-orang yang dianjurkan menjalani operasi bariatrik dengan metode pengecilan lambung.

 

2 dari 2 halaman

Kriteria Pasien

1. Obesitas Berat (Di atas 30-40 kg)

Operasi bariatrik ditujukan pada orang-orang yang mengalami obesitas berat, yang kelebihan berat badannya di atas 30-40 kg dari berat badan idealnya. Untuk mengetahui berat badan ideal atau tidaknya bisa menggunakan rumus Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index (BMI).

BMI membandingkan berat badan Anda dengan tinggi badan Anda, dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat. Lebih mudah mengetahui BMI Anda dengan aplikasi BMI Calculator. Input tinggi dan berat badan Anda, setelah itu otomatis angka BMI muncul. Kalau BMI di bawah 25 masuk kategori normal, bila di atas 30 seseorang bisa dikatakan menderita obesitas.

2. Gagal Program Diet dan Olahraga

mereka yang selalu gagal menerapkan program diet dan terus berolahraga tapi tidak menurun juga berat badannya, maka operasi bariatrik menjadi solusi terbaik sebelum mengalami sejumlah gangguan kesehatan dan penyakit berbahaya.

"Pasien yang mengalami masalah kelebihan berat badan, mengalami komplikasi, tidak berhasil dengan metode diet dan olahraga tidak efektif untuk menurunkan berat badan, operasi bariatrik merupakan solusi terakhir," kata dr. Handy.

Dalam hal usia seseorang yang menderita obesitas harus menjalani operasi bariatrik, dr. Handy Wing menyebutkan bahwa biasanya pasien-pasien obesitas yang sudah melewati masa pertumbuhan.

"Hampir tidak ada batasan usia, biasanya pasien-pasien yang sudah melewati masa pertumbuhan. Usianya antara 18-65 tahun. Sepanjang pasien tersebut fit dan bisa menjalani pembiusan dan operasi," ujar dr. Handy Wing yang menambahkan bahwa sebelum tindakan operasi, dokter akan menilai fungsi paru-paru dan jantung pasien terlebih dahulu.

3. Penderita Diabetes

Mereka yang disarankan untuk operasi bariatrik adalah pasien yang mengalami sejumlah penyakit dampak dari obesitas. Seperti yang disebut di awal, mulai dari terganggunya fungsi jantung, paru-paru, sesak nafas hingga sindrom metabolik seperti diabetes.

Operasi bariatrik tergolong prosedur yang aman dilakukan karena menggunakan teknik operasi laparoscopy yang minimal invasif. Bukan bedah dengan sayatan terbuka, melainkan menggunakan luka-luka kecil sebanyak 4 titik. Menggunakan alat khusus berukuran kecil dengan bantuan kamera dan monitor. 

Bagian lambung yang dipotong kemudian perekatannya dengan cara stapler dengan bahan titanium yang aman sehingga lambung tetap rapat dan bebas dari pendarahan maupun kebocoran.

 

(*) 

Lanjutkan Membaca ↓