Mencari Tahu Akar Penyebab Jerawat dari Pemetaan Wajah

Oleh Melly Febrida pada 05 Mei 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 05 Mei 2021, 08:00 WIB
Munculnya Jerawat, Komedo, dan Flek Hitam
Perbesar
Ilustrasi Jerawat Pada Wajah Credit: freepik.com

Liputan6.com, Jakarta - Menggunakan produk tertentu, perubahan hormonal, pola makan, dan keringat bisa menyebabkan jerawat di wajah. Namun, lokasi jerawat bisa berbeda-beda. Terkadang di jidat, di pipi, atau dagu.

Nah, dengan pemetaan wajah bisa membantu Anda menemukan akar penyebab jerawat.

Pemetaan wajah jerawat ini merupakan praktik yang sudah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu di Asia Timur, yang dikenal sebagai Mien Shang. Pemetaan ini menunjukkan bahwa jerawat di berbagai bagian wajah berhubungan dengan berbagai ketidakseimbangan di tubuh.

Ahli kulit kosmetik bersertifikat di Union Square Laser Dermatology, Y Claire Chang MD, mengatakan, meskipun praktik pemetaan wajah ini belum didukung ilmu pengetahuan barat, mengidentifikasi akar penyebab jerawat dapat membantu mengobatinya.

"Jerawat di area wajah tertentu mungkin menunjukkan pemicu internal atau eksternal tertentu, yang kemudian dapat dihindari atau diobati untuk mencegah jerawat lebih lanjut," kata Chang dikutip dari Insider.

Menurut Chang, yang harus diingat adalah akar penyebab jerawat serupa di semua lokasi wajah dan tubuh. Ini termasuk produksi minyak berlebih, pori-pori tersumbat, bakteri, dan pembengkakan. Genetika, hormon, diet, dan gaya hidup juga memainkan peran kunci dalam jerawat.

 

2 dari 4 halaman

Penyebab Jerawat Tergantung Lokasi Keberadaan di Wajah

Berikut panduan untuk membantu Anda mengetahui apa yang mungkin menyebabkan jerawat di berbagai bagian wajah.

1. Garis rambut

Jenis jerawat ini juga disebut 'jerawat pomade' karena pomade, produk berbasis minyak yang kental dan berminyak untuk penataan rambut, seringkali menyumbat pori-pori dan menyebabkan munculnya jerawat.

"Jerawat di sekitar garis rambut sering menunjuk pada rambut atau produk perawatan kulit tertentu sebagai pemicunya," kata Chang.

Chang menyarankan untuk menghindari menggunakan produk komedogenik (atau penyumbatan pori), seperti minyak rambut, wax, gel, pomade, dan beralihlah ke produk nonkomedogenik.

Anda dapat memeriksa label berbagai produk perawatan rambut atau kulit untuk mengetahui apakah mereka menyatakan non-comedogenic.

2. Dahi

Jerawat dahi sering terjadi dan dapat dipicu rambut berminyak, topi, atau produk rambut komedogenik, yang dapat menyebabkan pori-pori tersumbat dan berjerawat.

"Penting untuk mencuci rambut secara teratur dan menghindari produk rambut dan wajah komedogenik. Seringkali, memotong poni lebih pendek dan menghindari minyak rambut dapat dengan sendirinya memperbaiki jerawat di dahi," kata Chang.

3. Pipi

"Bagian tengah pipi dan hidung khususnya, atau T-zone, memiliki konsentrasi kelenjar minyak yang lebih tinggi, membuatnya lebih rentan berjerawat," kata Chang.

Jerawat pipi juga bisa menunjukkan pemicu lingkungan, termasuk sarung bantal kotor, seprai, casing ponsel, dan di zaman sekarang ini, masker wajah.

 

3 dari 4 halaman

Area Lain

4. Wajah bagian bawah (garis rahang dan dagu)

Iritasi kulit, peradangan di sekitar folikel rambut, atau rambut yang tumbuh ke dalam akibat pencukuran dapat menyebabkan jerawat di sekitar area dagu dan rahang.

"Saya merekomendasikan penggunaan krim cukur yang melembabkan, menggunakan pisau cukur tunggal atau pisau cukur listrik, mencukur searah dengan folikel rambut, dan menjaga agar pisau cukur tetap steril sebelum digunakan," ujar Chang.

Jerawat di area wajah bagian bawah juga dikaitkan dengan perubahan hormonal, yang bisa memicu jerawat sepanjang hidup dan tidak hanya selama masa pubertas remaja.

"Jerawat hormonal menjadi lebih buruk selama periode menstruasi dan menopause karena tingkat androgen yang lebih tinggi, yang merupakan hormon yang merangsang lebih banyak produksi minyak di kulit yang menyebabkan timbulnya jerawat," Chang menambahkan.

Chang mengingatakan secara umum, jerawat cenderung menurun dalam keluarga. Diet makanan kaya karbohidrat dan stres dapat memicu timbulnya jerawat, tetapi bertentangan dengan kepercayaan populer, makanan berminyak, kulit kotor, atau cokelat tidak ada hubungannya dengan itu.

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait