Mau Bawa Anak Imunisasi tapi Takut COVID-19? Ini Saran ITAGI

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 26 Apr 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 26 Apr 2021, 12:00 WIB
FOTO: Berikan Imunisasi, Bidan di Tangerang Kenakan APD Lengkap
Perbesar
Bidan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat melakukan imunisasi kepada bayi di Puskesmas Karawaci Baru, Tangerang, Banten, Rabu (13/5/2020). Pelayanan imunisai sesuai jadwal ini diberikan kepada bayi untuk menambah kekebalan imun tubuh. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Menurunnya angka imunisasi wajib bagi anak di masa pandemi COVID-19 membuat banyak pakar mendorong orangtua untuk membawa anaknya ke pelayanan kesehatan dan mendapatkan divaksinasi.

Namun, akibat pandemi, tak jarang orangtua takut untuk pergi ke pelayanan kesehatan karena mengkhawatirkan adanya kerumunan atau penularan penyakit di tempat tersebut.

Soedjatmiko, dokter spesialis anak Indonesia Technical Advisory Group of Immunization (ITAGI) mengungkapkan bahwa mereka bersama Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menyusun panduan pelaksanaan imunisasi rutin di masa pandemi.

"Jadi semua layanan imunisasi di puskemas, rumah sakit, atau posyandu mulai dibuka dan dengan memperhatikan protokol kesehatan: jaga jarak, pakai masker, cuci tangan," kata Soedjatmiko dalam sebuah dialog virtual beberapa waktu lalu, ditulis Senin (26/4/2021).

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

 

 

2 dari 4 halaman

Bisa Survei Dulu

FOTO: Imunisasi Anak Sekolah di Masa Pandemi COVID-19
Perbesar
Seorang anak didampingi orangtua mencuci tangan terlebih dahulu sebelum mengikuti program BIAS di Kantor Kelurahan Tamansari, Jakarta, Selasa (24/11/2020). BIAS dipusatkan di kantor kelurahan masing-masing wilayah. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Soedjatmiko pun mengatakan bahwa orangtua tak perlu ragu untuk membawa anaknya ke layanan kesehatan untuk diberikan imunisasi.

"Kalau ragu-ragu, bapaknya suruh survei dulu mana puskesmas yang kira-kira tidak berkerumun," katanya. "Karena layanan imunisasi itu dipisah dari layanan orang sakit."

Selain itu, Soedjatmiko juga mengatakan orangtua bisa terlebih dulu melihat antrean di layanan kesehatan, serta mengatur jadwal kedatangannya. "Lihat antreannya yang panjang mana, yang pendek mana. Cari yang siang barangkali," katanya.

Tentu saja, apabila orangtua membawa anaknya ke puskesmas atau layanan kesehatan, tetaplah mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. "Jangan lupa ibunya pakai masker, anaknya kalau bisa pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, jangan berkerumun," kata Soedjatmiko.

"Setelah imunisasi juga langsung pulang. Jangan malah main ke tetangga ngobrol-ngobrol, karena bisa terjadi penularan dalam proses itu. Bukan dalam proses imunisasinya sendiri," imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19

Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓