Menjaga Ibadah dan Kesehatan Selama Bulan Ramadan dengan Tolak Angin

Oleh Reza pada 26 Apr 2021, 00:00 WIB
Diperbarui 26 Apr 2021, 00:00 WIB
Menjaga Ibadah dan Kesehatan Selama Bulan Ramadan dengan Tolak Angin
Perbesar
(Foto:Ilustrasi)

Liputan6.com, Jakarta Bulan Ramadan telah tiba. Selain menjaga ibadah saat bulan suci ini, diharuskan pula menjaga daya tahan tubuh saat puasa. Untuk itu, perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi dan pola tidur yang sehat. Berolahraga dengan teratur sesuai porsinya dan mengelola stres juga bisa dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Perlu diketahui, saat puasa, sistem kekebalan tubuh mungkin akan menurun karena kurangnya asupan makanan dan minuman. Hal ini membuat tubuh akan terasa lemas dan tidak bersemangat. Tentunya kamu tidak ingin ibadah puasa yang kamu jalankan malah membuat aktivitasmu terganggu.

Cara menjaga daya tahan tubuh saat puasa bisa membuat kamu tetap semangat beraktivitas sehari-hari. Dengan memenuhi berbagai nutrisi penting, tidur yang cukup, olahraga secara teratur, dan mengurangi berbagai pemicu stres, kamu dapat mempertahankan, bahkan meningkatkan daya tahan tubuh.

Kalau saat menjalani bulan puasa mengalami masuk angin, seperti badan kedinginan, pusing, meriang, kembung, batuk, mual, tenggorokan kering, kamu bisa mengonsumsi Herbal terstandar yang bisa mengatasi itu semua, seperti pada Tolak Angin.

Bukti Ilmiah

Tolak angin, merupakan herbal masuk angin yang memiliki bukti ilmiah dan klinis. Hasilnya,uji khasiat membuktikan minum dua sachet Tolak Angin setiap hari terbukti dapat meningkatkan jumlah Sel T sebagai indikator meningkatnya daya tahan tubuh.

Hal itu diungkapkan oleh Prof Dr Edi Dharmana, M.Sc., PhD., Sp.Park dari tim Universitas Diponegoro bahwa konsumsi Tolak Angin dua sachet selama 7 hari dapat meningkatkan fungsi fagositosis makrolag dan jumlah Sel T sebagai indikator meningkatkan daya tahan tubuh.

Menjaga Ibadah dan Kesehatan Selama Bulan Ramadan dengan Tolak Angin
Perbesar
Tolak Angin telah melalui serangkaian Uji Khasiat dan Uji Toksisitas sehingga aman dikonsumsi. (Foto:Dok.PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul)

Selain itu, Uji Toksisitas terhadap Tolak Angin dilakukan pada Tahun 2002, bekerjasama dengan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma. Pengujian dilakukan setara dengan konsumsi sembilan sachet Tolak Angin setiap hari selama 8,4 tahun pada manusia, hasilnya Tolak Angin terbukti aman dikonsumsi oleh pria dan wanita dalam jangka panjang, tidak merusak organ tubuh (termasuk organ reproduksi), dan tidak merusak fungsi hormon.

Salah satu public figure yang kerap mengonsumsi Tolak Angin saat beraktivitas adalah Andy F Noya. Pada masa sulit ini banyak kesempatan untuk berbuat baik, tapi harus pintar jaga Kesehatan, kalau Andy Noya hanya percaya yang punya bukti ilmiah.

Selain mengonsumsi Tolak Angin, menerapkan protokol kesehatan selama di luar rumah juga perlu dilakukan. Hal itu menjadi solusi agar tubuh tetap sehat dan aman selama bulan Ramadan.

Sebagai herbal terstandar, Tolak Angin telah melalui serangkaian Uji Khasiat dan Uji Toksisitas sehingga aman dikonsumsi. Selain itu, Tolak Angin juga melalui 4 Tahap Quality Control, berupa Tes Aflatoksin, Tes Logam Berat, Tes Cemaran Mikroba, hingga Tes DNA untuk memastikan bebas bahan haram, jadi pastinya halal. 

Untuk mendapatkat produk Tolak Angin, bisa mengunjungi www.sidomuncul.co.id atau bisa membelinya melalui marketplace di Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, dan JD.id. 

Plih yang punya bukti ilmiah, orang pintar minum Tolak Angin.

 

(*)