Satgas COVID-19 Tak Anjurkan WNI dari Luar Negeri Mudik

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 23 Apr 2021, 10:28 WIB
Diperbarui 23 Apr 2021, 10:28 WIB
Wiku Adisasmito
Perbesar
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito soal mudik 2021 (Tim Komunikasi Publik/Marji)

Liputan6.com, Jakarta Satuan Tugas Penanganan COVID-19 tidak menganjurkan Warga Negara Indonesia (WNI) dari luar negeri untuk mudik ke Indonesia. Hal ini disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.

Anjuran WNI untuk tidak mudik bertujuan mencegah penularan imported case varian virus Corona yang berkembang di berbagai negara. Mobilitas WNI berpotensi menularkan virus Corona.

"Momen Idulfitri erat dikaitkan dengan momen melepas rindu dengan keluarga. Meski demikian, Satgas tidak menganjurkan masyarakat melakukan perjalanan lintas negara selama masa-masa pandemi," ujar Wiku saat konferensi pers di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta pada Kamis, 22 April 2021.

"Karena interaksi dengan orang yang kita temui, khususnya selama perjalanan, berpotensi besar menyebabkan penularan (virus Corona) baru yang tidak disadari."

Upaya untuk memastikan pelaku perjalanan negatif COVID-19, seperti pemeriksaan suhu, tes PCR, dan dokumen e-Hac, dan surat tanda negatif COVID-19 memang diterapkan. Walau begitu, potensi perubahan status dari negatif menjadi positif COVID-19 selama perjalanan tetap ada.

"Karena pada prinsipnya terdapat beberapa kemungkinan, yaitu alat tes COVID-19 tidak akurat, sulitnya menentukan masa inkubasi COVID-19 yang presisi dan secara akurat terdeteksi oleh alat tes COVID-19. Dengan demikian, tidak ada testing yang dapat menjamin kita bebas COVID-19 selamanya," imbuh Wiku.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saling Koordinasi agar Tidak Terjadi Lonjakan Mobilitas Antar Negara

FOTO: Libur Panjang, Bandara Soetta Dipenuhi Penumpang
Perbesar
Penumpang berjalan di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Rabu (28/10/2020). PT Angkasa Pura II menyebutkan ada 50.000 penumpang yang datang dan pergi dari Bandara Soetta untuk berpergian saat libur panjang pada hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Wiku Adisasmito mengingatkan, masyarakat harus selalu waspada terhadap potensi penularan COVID-19. Sikap ini pun perlu dimiliki walau kita punya surat negatif COVID-19.

"Ini sikap yang seharusnya dimiliki oleh orang pemilik surat tanda negatif COVID-19, bukan terlena dengan amannya yang bersangkutan dari infeksi COVID-19," pesannya.

"Perlu adanya sikap bertanggung jawab untuk tetap siaga dengan protokol kesehatan karena potensi penularan masih ada. Upaya protokol kesehatan (bagi pelaku perjalanan), melakukan karantina setelah sampai di tempat tujuan dan secara konsisten menjalankan protokol kesehatan." 

Selain itu, upaya menekan laju penularan COVID-19 ditentukan juga oleh kolaborasi antar negara dalam semangat solidaritas global menghadapi pandemi.

"Saya harapkan perwakilan Indonesia di negara asing ataupun perwakilan negara lain di Indonesia dapat terus berkoordinasi untuk saling menjaga agar tidak terjadi lonjakan mobilitas antar negara pada periode bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri di Indonesia," Wiku berharap.

"Ini bentuk solidaritas kita sebagai bagian dari masyarakat global. Kita semua sedang berada dalam ujian besar, maka kebijakan internasional yang diambil pada masa-masa ini seyogianya mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 3 Manfaat Tracing Putus Rantai Penularan Covid-19

Infografis 3 Manfaat Tracing Putus Rantai Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 3 Manfaat Tracing Putus Rantai Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya