Gelombang Kedua COVID-19 di India, Sakit Tenggorokan Jadi Ciri Utama Infeksi

Oleh Liputan6.com pada 22 Apr 2021, 14:00 WIB
Diperbarui 22 Apr 2021, 14:00 WIB
India Laporkan Jumlah Kasus COVID-19 Tertinggi dalam Empat Bulan
Perbesar
Buruh migran yang memakai masker sebagai antisipasi terhadap virus corona menunggu pengangkutan di terminal bus di Jammu, India(26/3/2021). Pihak berwenang di kota Mumbai mengatakan mereka akan menggelar tes virus korona acak wajib di tempat-tempat ramai. (AP Photo/Channi Anand)

Liputan6.com, Jakarta India tengah menghadapi gelombang kedua COVID-19. Namun, gejala infeksi COVID-19 kali ini tidak seperti sebelumnya.

Situasi kian memburuk ketika infeksi COVID-19 di India tidak terdeteksi dalam pemeriksaan PCR. Permintaan pasokan oksigen dan tempat tidur rumah sakit juga melonjak.

Dilansir dari Zee News, mutan ganda virus ini memiliki sederet gejala aneh. Sakit tenggorokan jadi salah satu gejala paling umum yang terjadi pada lebih dari 52 persen kasus di seluruh dunia. Tanda-tanda lainnya adalah tenggorokan terasa gatal, seperti tertusuk duri, atau terasa ada pembengkakan.

Demam, menggigil dan pilek yang tidak biasa juga menjadi tanda infeksi virus. Gejala ini juga merupakan salah satu gejala umum dalam kasus virus mutan.

Selain itu, banyak orang dilaporkan memiliki tanda kelelahan atau kelemahan sebelum dinyatakan positif COVID-19. Mereka yang positif juga banyak mengalami nyeri tubuh, sendi, dan otot karena virus corona yang menyerang serat otot dan lapisan jaringan penting di tubuh.

Beberapa orang mengalami gejala neurologis dari infeksi COVID-19 seperti pusing, kelelahan, dan mual. Muntah dan mual dianggap sebagai tanda infeksi COVID-19 pada tahap awal. Ketika tubuh tidak memproduksi air liur yang diyakini melindungi mulut dari bakteri jahat juga dapat menjadi gejala.

2 dari 4 halaman

Satu Dari Lima Orang Positif COVID-19 Alami Gejala Tidak Umum

FOTO: Kasus COVID-19 Meledak, New Delhi Berlakukan Lockdown
Perbesar
Petugas kesehatan beristirahat saat sela-sela mengkremasi korban COVID-19 di New Delhi, India, Senin (19/4/2021). New Delhi memberlakukan lockdown selama seminggu untuk mencegah runtuhnya sistem kesehatan di tengah ledakan kasus COVID-19. (AP Photo/Manish Swarup)

Profesor Tim Spector dari King’s College, London, Inggris dalam sebuah cuitan di Twitter-nya menyebut bahwa satu dari lima orang dengan COVID-19 masih hadir dengan gejala yang kurang umum yang tidak masuk dalam daftar resmi Public Health England (PHE) seperti ruam kulit.

“Jika Anda memiliki gejala yang aneh atau bahkan hanya sakit kepala dan kelelahan tetaplah di rumah,” tulis Spector.

Hingga kini India menjadi mencatatkan total kasus COVID-19 hingga lebih dari 15,3 juta. Angka ini membuat India berada di peringkat dua dunia negara dengan kasus COVID-19 terbanyak di bawah Amerika Serikat. 

 

Penulis: Abel Pramudya Nugrahadi

3 dari 4 halaman

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya
Perbesar
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by