Menkes: Target Vaksinasi di Semester 2 Mencapai Sejuta per Hari, Dokter Sangat Dibutuhkan

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 20 Apr 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 27 Apr 2021, 14:20 WIB
FOTO: Proses Vaksinasi COVID-19 Secara Drive Thru di Kota Bogor
Perbesar
Paramedis bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 secara drive thru di GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/3/2021). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Halodoc, Gojek, dan Pemkot Bogor. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa peran dokter untuk vaksinasi COVID-19 di semester kedua tahun 2021 akan sangat dibutuhkan.

Dalam webinar PB IDI (Ikatan Dokter Indonesia) pada Minggu (20/4/2021), Menkes mengatakan bahwa selama ini dokter dan nakes sudah sangat membantu dalam pelaksanaan vaksinasi.

"Saya harapkan bantuan itu akan sangat dibutuhkan di semester kedua, di mana jumlah suntikannya nanti akan jauh lebih banyak. Di atas 1 juta suntikan per hari," kata Budi.

Ia pun meminta agar IDI untuk dapat menggerakkan seluruh tenaga kesehatannya agar dapat membantu melakukan penyuntikan, serta mengkoordinasi vaksinasi secara masif dan besar-besaran di seluruh Indonesia.

"Sehingga saya sangat bergantung kepada para dokter untuk bisa mendorong agar di bulan Juli sampai Desember, kita benar-benar bisa melakukan vaksinasi di atas 1 juta suntikan per hari," kata Menkes Budi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Vaksinasi pada Lansia

FOTO: Guru, Dosen dan Tenaga Pendidik Jalani Vaksinasi COVID-19
Perbesar
Vaksinator menyiapkan vaksin COVID-19 untuk disuntikkan kepada guru di SMA 70, Jakarta, Rabu (25/2/2021). Sebanyak 600 orang dari profesi guru, tenaga kependidikan, dan dosen akan divaksin COVID-19 hari ini. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Selain itu, Budi juga meminta agar IDI dan para dokter untuk memberikannya saran dan masukan, demi mempercepat pelaksanaan vakasinasi bagi lansia, khususnya hingga pertengahan Mei 2021.

"Kalau nakes sih sudah hampir semua kita berhasil suntik. Itu terbukti saya melihat dari jumlah nakes yang tertular, yang masuk rumah sakit, dan yang mungkin sampai fatal, insyaallah harusnya menurun."

Namun untuk lansia, Budi mengatakan bahwa menjangkau kelompok masyarakat ini relatif tidak mudah apabila dibandingkan dengan tenaga kesehatan. Padahal, mereka juga merupakan salah satu yang rentan jika terinfeksi COVID-19.

"Sehingga banyak sekali kantung-kantung lansia atau orang-orang yang masuk kategori lansia yang belum berhasil kita suntik," ujarnya.

Menkes pun berharap agar pada Lebaran nanti, sebagian besar dari target vaksinasi lansia sudah bisa mendapatkan vaksin COVID-19. Hal ini juga demi mencegah risiko akibat mobilitas masyarakat yang kemungkinan bocor meski mudik sudah dilarang.

Pada kesempatan yang sama, Daeng M. Faqih, Ketua Umum PB IDI juga meminta agar jajarannya di wilayah hingga cabang, untuk melakukan langkah proaktif dalam mengakselerasi pencapaian target vaksinasi.

"Sebentar lagi juga kita akan memasuki fase untuk masyarakat secara luas. Kalau kita tidak proaktif bersama-sama gotong royong, rasanya pencapaian vaksinasi untuk mengakhiri pandemi ini mungkin khawatir lebih lama lagi," kata Daeng.

3 dari 4 halaman

Infografis Vaksinasi Covid-19 Lansia di Indonesia Masih Rendah

Infografis Vaksinasi Covid-19 Lansia di Indonesia Masih Rendah. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Vaksinasi Covid-19 Lansia di Indonesia Masih Rendah. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓