Imbau Disiplin Protokol Kesehatan, Dokter: Kecenderungan Kumpul-Kumpul Masih Tinggi

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 19 Apr 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 19 Apr 2021, 19:00 WIB
Restoran ini Gunakan Gambar Kepala Negara untuk Terapkan Protokol Kesehatan
Perbesar
Pengunjung menikmati makanan di meja yang diberi pembatas banner bergambar karakter kepala negara di Restoran Hulu Hulu, Mall Kuningan City, Jakarta, Senin (1/3/2021). Banner bergambar tersebut berguna untuk pembatas bagi pengunjung yang makan di tempat saat pandemi. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat dengan usia yang lebih muda diingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan, demi mencegah orang yang lebih tua atau lansia, terinfeksi COVID-19.

"Satu dari tiga pasien COVID yang dirawat di rumah sakit adalah lansia," kata Dirga Sakti Rambe, spesialis penyakit dalam yang juga vaksinolog, dalam sebuah dialog virtual beberapa waktu lalu, ditulis Senin (19/4/2021).

Selain itu, satu dari tiga pasien terinfeksi virus corona yang meninggal dunia juga merupakan kelompok lansia.

"Tapi memang yang menjadi penular, biasanya kan yang muda-muda," kata Dirga. "Sekarang kecenderungan orang untuk kumpul-kumpul tuh masih tinggi lho," ia melanjutkan.

Dirga mencontohkan, saat ini masih banyak masyarakat yang berkumpul di restoran atau kafe, meski sudah ada imbauan untuk take away atau bawa pulang.

"Saya beberapa kali mengintip, kalau tempat makan ada outdoor ada indoor, kalau terjadi perubahan perilaku orang seharusnya memilih outdoor dulu. Jadi risikonya lebih rendah," kata Dirga.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Pengawasan Pemerintah Tak Boleh Lengah

Tempat Makan di Tengah PSBB Transisi Jakarta
Perbesar
Pramusaji membersihkan meja di restoran Bebek Kaleyo, Kemanggisan, Jakarta, Senin (12/10/2020). Pada penerapan kembali masa PSBB Transisi Jakarta, restoran dan cafe diperbolehkan melakukan pelayanan makan di tempat dengan protokol kesehatan yang ketat. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dirga menyebut bahwa hal-hal yang ia contohkan menunjukkan bahwa masih banyak orang lebih memilih kenyamanan daripada keselamatan. "Ini tanda bahwa sebetulnya perubahan perilaku kita belum terjadi secara konsisten."

Maka dari itu, semua pihak pun diminta untuk saling mengingatkan satu sama lain, soal kedisiplinan protokol kesehatan.

"Pemerintah juga membuat regulasi pembatasan-pembatasan, tetapi juga yang penting menurut saya pengawasan di lapangan tidak boleh lengah," kata Dirga.

"Ini tugas kita bersama. Kita tidak bisa cuma mengandalkan apalagi menyalahkan pemerintah. Kita sebagai warga masyarakat, warga negara, harus berpartisipasi dalam mengendalikan pandemi ini."

Dirga juga mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 masih berlangsung. Negara-negara lain pun sedang menghadapi gelombang ketiga infeksi virus corona.

"Jangan karena kita situasinya membaik, kita lengah, lalu kita bisa terjadi seperti itu lagi," kata Dirga.

3 dari 4 halaman

Infografis 4 Tips Ciptakan Sirkulasi Udara di Ruangan Cegah Covid-19

Infografis 4 Tips Ciptakan Sirkulasi Udara di Ruangan Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 4 Tips Ciptakan Sirkulasi Udara di Ruangan Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓