Bio Farma Siap Terima Bibit Vaksin Merah Putih dari Eijkman

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 16 Apr 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 16 Apr 2021, 19:00 WIB
FOTO: 6 Jenis Vaksin COVID-19 yang Ditetapkan Pemerintah Indonesia
Perbesar
Pekerja memproduksi vaksin COVID-19 di perusahaan Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, 12 Agustus 2020. Pemerintah melalui Bio Farma berupaya untuk memenuhi kebutuhan domestik dengan mempersiapkan sebanyak 15 juta bulk vaksin COVID-19 untuk tahap pertama. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Bandung PT Bio Farma sudah siap menerima bibit Vaksin Merah Putih dari Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito saat konferensi pers terkait Vaksin Merah Putih.

Tahap selanjutnya, bibit Vaksin Merah Putih akan masuk dalam tahap uji praklinik dan uji klinik. Proses tersebut dilakukan Bio Farma dan Eijkman.

"Saya melihat juga komunikasi dengan industri farmasi PT Bio Farma beserta fasilitasnya yang ada di Bio Farma, ya sudah siap untuk menerima bibit Vaksin Merah Putih," kata Penny di Bandung, Jawa Barat pada Jumat, 16 April 2021.

"Bibit vaksin ini segera akan diselesaikan di Eijkman. Kemudian nanti dilakukan tahapan-tahapan untuk uji praklinik dan clinical trial bersama-sama Bio Farma dan Eijkman."

Lebih lanjut, Penny mengatakan, Pemerintah mempunyai komitmen yang tinggi mendorong untuk bekerja sama melakukan pengembangan vaksin tanpa ada sekat-sekat yang ada. BPOM ikut membantu melakukan pengawalan dan pendampingan terhadap Vaksin Merah Putih.

"Kita bekerja sama untuk saling membantu all out, sehingga Vaksin Merah Putih bisa secepatnya selesai sesuai jadwal dan prosedur yang ada, bahkan mungkin bisa dipercepat," lanjutnya.

"Kita lihat nanti progresnya untuk bisa semua wujudkan setiap tahapannya. Badan POM tentu saja akan memberikan segala upaya kami untuk pendampingan, relaksasi, kemudian juga breakthrough (terobosan) atau inovasi-inovasi."

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pengembangan Vaksin Merah Putih, Aspek Prioritas adalah Perlindungan

FOTO: 5.000 Warga Divaksin COVID-19 Secara Drive-Thru di Tangerang
Perbesar
Paramedis memeriksa kondisi kesehatan warga saat vaksinasi COVID-19 secara drive-thru di ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (13/3/2021). Vaksinasi ini diselenggarakan atas kerja sama Pemerintah Kota Tangsel dan perusahaan jasa angkutan online. (merdeka.com/Arie Basuki)

Dalam upaya pengembangan Vaksin Merah Putih, Penny K. Lukito menambahkan, tahapan praklinik hingga uji klinik akan dipantau.  Menghasilkan vaksin yang aman dan bermutu menjadi kunci utama.

"Kita lihat nanti dalam setiap tahapan. Tentunya, tetap berpegang bahwa aspek mutu keamanan dan khasiat betul-betul kita jaga karena aspek yang menjadi prioritas adalah perlindungan kepada masyarakat," tambahnya.

"Ini juga untuk menghasilkan produk vaksin yang bermutu, sehingga menjadi produk yang berdaya saing dan menjadi bagian dari negara mengekspor vaksin di kemudian hari."

Sebagai upaya mendukung penelitian Vaksin Merah Putih, BPOM juga menyerahkan, buku pedoman Tools Penilaian Mandiri Pengembangan Vaksin di Lembaga Riset kepada Bio Farma dan Eijkman.

"Jadi, penelitian vaksin COVID-19 adalah suatu lompatan yang cukup jauh dilakukan oleh Indonesia, yang mana melibatkan diri dengan dunia penelitian pengembangan vaksin COVID-19. Ini membutuhkan kerjasama yang sangat intensif antara pemerintah pihak lembaga penelitian dan juga fasilitas farmasi," ujar Penny.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Guru Disuntik Vaksin Covid-19, Siap Belajar Tatap Muka?

Infografis Guru Disuntik Vaksin Covid-19, Siap Belajar Tatap Muka? (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Guru Disuntik Vaksin Covid-19, Siap Belajar Tatap Muka? (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓