Bakal Jalani Vaksinasi COVID-19 di Bulan Ramadan, Ini Tips dari Dokter Reisa

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 14 Apr 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 14 Apr 2021, 08:00 WIB
dr Reisa
Perbesar
Dokter Reisa ketika menerima vaksinasi COVID-19 di halaman Istana Negara.

Liputan6.com, Jakarta - Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan bahwa vaksinasi COVID-19 tidak membatalkan puasa di bulan Ramadan.

"Diperbolehkan, bahkan diwajibkan dalam rangka memutus pandemi ini," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 itu dalam konferensi persnya pada Senin (12/4/2021).

Mengingat dilanjutkannya pelaksanaan vaksinasi di bulan Ramadan, maka dari itu, Reisa memberikan tiga tips yang bisa dilakukan masyarakat agar siap divaksinasi di bulan Ramadan.

1. Berdoa

Reisa mengatakan, tips pertama adalah tetap berdoa dengan khusyuk dan meminta keyakinan lebih pada Allah SWT, agar langkah melakukan vaksinasi yang dilakukan memberikan berkah dan faedah bagi sesama umat manusia.

"Saat jiwa kita tenang dan penuh percaya diri, kita dapat menghindarkan diri kita dari ISRR atau Immunization Stress Related Syndrome (sindrom stres terkait imunisasi)," kata Reisa.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

 

 

2 dari 5 halaman

Diimbau Registrasi Online

Reisa Broto Asmoro
Perbesar
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro menyampaikan rata-rata kasus aktif di berbagai daerah cenderung mengalami penurunan saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (14/9/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

2. Vaksinasi di Pagi Hari

"Waktu terbaik untuk menerima vaksin adalah saat kondisi badan kita masih segar," kata Reisa.

"Maka vaksinasi di pagi hari sangat disarankan."

Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat untuk melakukan pendaftaran secara daring (online) terlebih dahulu sebelum melaksanakan vaksinasi COVID-19 dan mendapatkan jadwal di pagi hari.

"Tentunya selingi masa setelah sahur dan salat subuh dengan olahraga ringan atau tadarusan. Agar kondisi badan seperti tekanan darah dan suhu tubuh, dalam kondisi yang baik."

Reisa mengingatkan, orang yang dapat divaksinasi adalah mereka yang memiliki tekanan darah di bawah 180 per 110, serta suhu tubuh di bawah 37,3 derajat Celsius.

3 dari 5 halaman

Bagi Lansia dengan Penyakit Penyerta

FOTO: Tenaga Kesehatan Lansia Jalani Vaksinasi COVID-19 Perdana di RSCM Jakarta
Perbesar
Vaksinator bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan saat kegiatan vaksinasi di RSCM di Jakarta, Senin (8/2/2021). Kementerian Kesehatan secara resmi memulai vaksinasi tenaga kesehatan di atas 60 tahun pada hari ini. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

3. Bagi Lansia dengan Komorbid

Bagi lansia dengan komorbid atau penyakit penyerta, Reisa mengimbau agar masyarakat berkonsultasi terlebih dahulu sebelum pergi ke sentra vaksinasi.

"Dokter akan memberikan tips khusus bagaimana tetap mengendalikan penyakit penyertanya. Sehingga dapat lolos skrining pemeriksaan kesehatan sebelum divaksinasi."

Ia mengatakan, calon penerima vaksin dengan komorbid disarankan untuk tetap mengonsumsi obat yang diresepkan dokter, sehingga tetap dapat divaksinasi apabila sudah mendapatkan rekomendasi.

4 dari 5 halaman

Infografis Vaksinasi Covid-19 Lansia di Indonesia Masih Rendah

Infografis Vaksinasi Covid-19 Lansia di Indonesia Masih Rendah. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Vaksinasi Covid-19 Lansia di Indonesia Masih Rendah. (Liputan6.com/Trieyasni)
5 dari 5 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓