Bencana NTT-NTB, Jokowi Minta Kebutuhan Pangan hingga Air Bersih Terpenuhi

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 06 Apr 2021, 12:08 WIB
Diperbarui 06 Apr 2021, 12:09 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan jajaran terkait untuk segera melakukan penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 5 April 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)

Liputan6.com, Jakarta Untuk penanganan bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kebutuhan pangan hingga air bersih terpenuhi. Sehingga para pengungsi terdampak bencana siklon tropis Seroja.

"Untuk pengungsian di lokasi bencana NTT dan NTB, saya minta pastikan logistiknya, yakni kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, bayi dan anak-anak, terutama air bersih dan MCK-nya," kata Jokowi saat konferensi pers Rapat Terbatas Penanganan Bencana Provinsi NTB dan NTT di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa, 6 April 2021.

Upaya mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak, seperti beberapa jembatan yang roboh, akses jalan yang terputus juga harus dilakukan. Jaringan listrik dan telekomunikasi pun juga harus segera diperbaiki.

"Saya minta segera dipulihkan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, jaringan internet juga distribusi logistik dan BBM, sehingga bantuan dapat segera disalurkan ke masyarakat yang menjadi korban bencana," lanjut Jokowi.

"Antisipasi terhadap cuaca yang sangat ekstrem akibat dari siklon tropis ini, pastikan seluruh kepala daerah dan masyarakat dapat memantau prediksi cuaca dan iklim yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)."

Pemantauan cuaca diharapkan masyarakat bisa meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan untuk menghadapi ancaman risiko, yaitu angin kencang, bahaya banjir, banjir bandang, dan longsor.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

PMI Bakal Bangun Pengelolaan Air Bersih di NTT

Kondisi Lembata NTT usai Terjangan Banjir Bandang
Perbesar
Warga memeriksa kerusakan di desa yang terkena banjir di Ile Ape, di Pulau Lembata, provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/5/2021). Cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir bandang disertai hujan lebat dan angin kencang menerjang sejumlah kawasan di NTT dan NTB. (AP Photo/Ricko Wawo)

Merespons banjir bandang di NTT, Palang Merah Indonesia (PMI) akan membangun sejumlah pengelolaan air bersih. Selain membangun pengelolaan bersih PMI juga akan mengirimkan sejumlah mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada para pengungsi.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla saat menghadiri gerakan masjid bersih menyambut Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Senin, 5 April 2021.

"Untuk banjir bandang di NTT, kami sudah buat tim dan akan membangun pengelolaan air bersih serta mengirimkan mobil tangki untuk melakukan distribusi air bersih ke pengungsi," ujar JK, sapaan akrabnya melalui keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com.

Menurut JK, yang juga merupakan ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), penyedian air bersih termasuk  salah satu prioritas PMI pada setiap kejadian bencana. Pasca bencana, air bersih menjadi suatu yang langka karena pipa air atau mata air yang rusak akibat bencana yang terjadi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pertolongan Medis sampai Makanan untuk Warga Terdampak Bencana NTT

Banjir bandang terjadi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perbesar
Banjir bandang terjadi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). (dokumentasi BNPB)

Dalam rangka memberikan percepatan penanganan banjir di NTT, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo memberikan instruksi untuk pengerahan helikopter guna memberikan bantuan logistik dan keperluan lainnya.

"Kami sudah memerintahkan untuk mengirimkan helikopter untuk membantu upaya percepatan penanganan banjir di NTT" kata Doni sesaat tiba di Larantuka, Flores Timur pada Senin, 5 April 2021.

Total ada tiga helikopter yang akan dikerahkan ke lokasi bencana. Dua helikopter difungsikan menjangkau distribusi logistik di beberapa desa yang terisolir pasca terputusnya akses akibat longsor.

Satu helikopter lain mengakomodir para warga yang membutuhkan pertolongan darurat, terutama kelompok rentan. Selain itu, helikopter juga mengangkut para tenaga medis yang ditugaskan di posko penanganan darurat.

BNPB pun melakukan koordinasi dengan TNI-Polri, Kementerian PUPR, Bupati Flores Timur, BPBD Flores Timur, dan tim gabungan lainnya untuk segera mengirimkan alat berat guna proses evakuasi terhadap korban yang tertimbun lumpur.

BNPB mengirimkan jenis bantuan yang dikirimkan untuk bencana banjir di Flores, NTT berupa makanan siap saji sebanyak 1.002 paket, makanan tambahan gizi 1.002 paket, makanan lauk pauk 1.002 paket, selimut 3.000 lembar, sarung 2.000 lembar, alat tes cepat antigen 10.000 unit, masker kain 1.000 lembar, dan masker medis 1.000 lembar.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Banjir Bandang Terjang NTT

Infografis Banjir Bandang Terjang NTT. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Banjir Bandang Terjang NTT. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓