Promil, Adakah Makanan Khusus untuk Kesuburan?

Oleh stella maris pada 03 Apr 2021, 20:57 WIB
Diperbarui 03 Apr 2021, 21:00 WIB
Wanita hamil
Perbesar
Wanita hamil (Sumber: Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta Setiap pasangan yang akan menjalani Program Kehamilan atau promil, pastinya akan melakukan langkah awal yang pasti. Adalah pemeriksaan kesehatan, baik untuk wanita atau pria.

Pemeriksaan yang akan dilakukan pun beragam. Mulai dari USG Transvaginal, analisis sperma, histeroskopi atau teropong rahim, pengecekan saluran tuba atau HSG, hingga edukasi lain sebagai penunjang promil.

Nah ketika semua proses pemeriksaan dan edukasi itu sudah dilakukan, nggak jarang wanita mulai merasa bingung, kira-kira makanan apa saja yang boleh dan nggak dikonsumsi selama promil.

Alhasil muncul pertanyaan, apakah ada makanan khusus yang dapat menjadi booster kesuburan? dr. Aida Riyanti, Sp.OG, KFER, MRepSc dari RSPI IVF Center menjelaskan bahwa sebenarnya nggak ada makanan khusus bahkan yang harus dipantang saat menjalani promil.

"Sebenarnya tidak ada makanan khusus yang penting yang harus dijaga adalah makanan healthy diet yang balance. Jadi makanan sehat dengan komposisi seimbang," ujar dr. Aida Riyanti beberapa waktu lalu.

Namun ada satu makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi selama promil dan selama masa kehamilan. Adalah seafood yang dimasak dengan matang.

Menurut dr. Aida, seafood sumber Omega 3 yang sangat baik dikonsumsi saat promil untuk pertumbuhan otak si janin. Meski demikian, para calon mama juga harus memahami bahwa ada seafood yang mengandung merkuri.

Merkuri yang terkandung dalam ikan dapat menyebabkan beberapa masalah untuk kesehatan. Mulai dari otot lemah, gangguan saraf seperti kesemutan, mati rasa, tremor, hingga adanya hambatan tumbuh kembang.

Lalu pertanyaannya sekarang, ikan jenis apa yang mengandung kadar merkuri tinggi? Umumnya, makin tinggi posisi suatu jenis ikan dalam rantai makanan, makin tinggi pula kadar merkurinya.

Ini dikarenakan merkuri yang ada dalam tubuh mangsanya akan mengendap di dalam tubuhnya. Oleh karena itu, ada baiknya untuk menghindari ikan dengan kadar merkuri tinggi seperti ikan hiu, ikan marlin, ikan nila, ikan tenggiri.

Namun untuk ikan seperti salmon, tuna, ikan yang dikonsumsi sehari-hari, itu memiliki kadar merkuri yang rendah dan hampir tidak ada.

"Sehingga seafood itu aman dikonsumsi untuk makanan sehari-hari dan FDA disarankan untuk mengonsumsi seafood sebagaiknya sebanyak 350 mg dalam seminggu sehingga bisa dibagi dalam 3 sajian dalam satu minggu," jelas dr. Aida.

So, jika kamu masih punya banyak pertanyaan tentang promil segera konsultasikan ke dokter profesional.

Pilihlah dokter berpengalaman dan berasal dari rumah sakit yang memiliki dukungan fasilitas medis lengkap dan terkini, serta memberikan pelayanan terpadu, untuk perawatan kesehatanmu.

Dengan memilih dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang tepat, kamu sebagai pasien dapat mengetahui kondisi kesehatan organ reproduksimu. 

 

(*)