Kakak Adik Kerap Bertengkar, Orangtua Sebaiknya Melakukan 3 Hal Ini

Oleh Liputan6.com pada 07 Apr 2021, 16:00 WIB
Diperbarui 07 Apr 2021, 16:00 WIB
Orangtua
Perbesar
Ilustrasi kakak adik dan orangtua sebagai penengah Credit: pexels.com/KetutS

Liputan6.com, Jakarta - Pertengkaran kakak adik, apalagi yang jarak usianya berdekatan, jadi 'bumbu' kehidupan banyak keluarga. Entah itu saat masih kecil maupun sudah remaja, pertengkaran kakak dan adik kerap terjadi.

Menghadapi perang kakak adik di rumah memang bisa sakit kepala. Orangtua mesti mengongtrol agar emosi agar pertengkaran tersebut tidak menjadi parah.

"Pertengkaran saudara merupakan pasang surut kehidupan keluarga. Kepribadian dan usia yang berbeda dapat berperan, tetapi saudara kandung juga sering melihat diri mereka sebagai saingan, bersaing untuk mendapatkan bagian yang sama dari sumber daya keluarga yang terbatas (seperti kamar mandi, telepon,) dan perhatian orangtua," kata Renee A. Alli, MD, dikutip dari WebMD.

Persaingan antar saudara adalah bagian normal dari pertumbuhan, tetapi dapat membuat orangtua ikut stres. Lalu, apa kunci untuk meminimalisasi perselisihan di rumah? Ketahui kapan harus membiarkan anak-anak mengatasi masalah mereka sendiri dan kapan harus turun tangan layaknya wasit.

 

2 dari 2 halaman

Coba Cara Ini

kakak adik
Perbesar
ilustrasi saudara/copyright Shutterstock

Cari akar konflik

Anak-anak tidak selalu rasional, terutama yang masih di bawah 7 tahun. Terkadang, masalah kecil bisa berubah menjadi pertengkaran besar dan membuat hubungan saudara menjadi 'panas.

Perhatikan dulu apa penyebab pertengkaran si kakak dan adik, jangan langsung menghakimi dan memisahkan. Bila penyebabnya selalu sama, minta anak mengingat lagi bagaimana menyelesaikan konflik mereka sebelumnya.

Perhatian

Anak-anak selalu mengincar perhatian orangtuanya. Semakin sibuk orangtua, semakin besar permintaan anak akan perhatian. Terkadang, perhatian orangtua tertuju pada anak yang sakit, bayi atau berkebutuhan khusus.

Anak-anak akan bertingkah dan berperilaku buruk untuk mendapatkan perhatian yang mereka inginkan jika mereka merasa diabaikan. Sebisa mungkin, bagi perhatian secara adil dan jangan menuntut anak terus-menerus untuk memaklumi.

Biasakan untuk berbagi

Sebagian besar rumah memiliki fasilitas terbatas. Itu berarti semua saudara kandung harus berbagi apa yang ada di rumah. Mainan, makanan, televisi, perhatian orangtua dan masih banyak lagi. Sedini mungkin latih anak untuk berbagi atau bergantian.

Temukan keseimbangan

Teriakan anak-anak saat bertengkar mungkin membuat orangtua stres. Tetapi hindari berada di tengah-tengah pertengkaran kecuali jika seorang anak terluka. Cobalah untuk membiarkan anak-anak menyelesaikan masalahnya sendiri.

 

 

Penulis: Mutia Nugraheni/Dream.co.id

Lanjutkan Membaca ↓