Doni Monardo: Potensi Penularan Virus Corona Bisa Banyak Terjadi di Lintas Batas Negara

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 01 Apr 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 01 Apr 2021, 12:00 WIB
Doni Monardo
Perbesar
Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo minta Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara agar antisipasi adanya potensi penularan COVID-19 di Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (30/3/2021). (Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Liputan6.com, Nunukan - Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyebut potensi penularan virus Corona bisa banyak terjadi di lintas batas negara. Salah satunya, di perbatasan Kalimantan Utara yang berdekatan dengan Malaysia.

Berdasarkan data kedatangan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang tiba di Tanah Air melalui jalur resmi Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, sejak akhir Desember 2020-26 Maret 2021, ada 614 orang dari total 1.974 yang dilaporkan terkonfirmasi positif COVID-19.

Hasil diperoleh setelah dua kali tes PCR oleh pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Sampai dengan hari ini, mereka yang dinyatakan positif dari luar negeri setelah melalui dua kali swab PCR ada 614 orang yang positif COVID-19. Padahal, mereka yang tiba ini membawa dokumen hasil swab negatif," jelas Doni dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 bersama Pemerintah Kabupaten Nunukan di Nunukan, Kalimantan Utara, ditulis Kamis, 1 April 2021.

Melihat fenomena tersebut, Doni yakin, hal itu tidak menutup kemungkinan bahwa potensi penularan virus Corona dapat lebih banyak terjadi di lintas batas, seperti yang ada di Kalimantan Utara.

Laporan yang diterima Doni Monardo, sudah menjadi rahasia umum, masih banyak pintu masuk ilegal atau yang lebih dikenal dengan ‘jalur tikus’ di wilayah Kalimantan Utara. Hal ini juga menjadi poin penting untuk segera diantisipasi guna menekan angka kasus COVID-19.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Mobilitas Penduduk Berpotensi Tingkatkan Kasus COVID-19

Ganjil Genap Bogor
Perbesar
Petugas gabungan memberhentikan pengendara motor berpelat ganjil di Perempatan Yasmin, Kota Bogor, Sabtu (6/2/2021). Pemkot Bogor mulai menerapkan kebijakan ganjil-genap setiap akhir pekan untuk mengurangi mobilitas warga di tengah meningkatnya kasus positif COVID-19. (merdeka.com/Arie Basuki)

Adanya potensi penularan virus Corona dari aktivitas keluar-masuk WNI maupun WNA melalui lintas batas negara di wilayah Kabupaten Nunukan dan pintu perbatasan lain di Kalimantan Utara, Doni Monardo pun meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melakukan antisipasi penuh dan meningkatkan kewaspadaan.

Mobilitas penduduk, baik WNI maupun WNA sangat berpotensi menjadi penyebab meningkatkan angka kasus COVID-19 bila tidak ada penanganan khusus wilayah perbatasan, sebagaimana anjuran Pemerintah Indonesia demi memutus mata rantai penularan virus SARS-CoV-2.

“Kita harus antisipasi. Kita harus waspada,” tegas Doni dalam keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com.

Sebab, penularan COVID-19 yang dibawa WNI dan WNA dapat berakibat fatal apabila berdampak langsung kepada para kelompok rentan dan penderita komorbid (penyakit penyerta) yang tinggal di rumah.

3 dari 4 halaman

Infografis Yuk Kurangi Mobilitas Usai Libur Akhir Tahun

Infografis Yuk Kurangi Mobilitas Usai Libur Akhir Tahun. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Yuk Kurangi Mobilitas Usai Libur Akhir Tahun. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓