Efek Vaksinasi COVID-19 pada Nakes, IDI: Akan Terlihat Maret-April 2021

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 15 Mar 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 15 Mar 2021, 19:03 WIB
FOTO: Puskesmas di Jakarta Mulai Lakukan Vaksinasi Virus Corona COVID-19
Perbesar
Dokter usai menyuntikkan vaksin virus corona COVID-19 produksi Sinovac saat kegiatan vaksinasi di Puskemas Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (14/1/2020). Sejumlah Puskesmas di Jabodetabek mulai melakukan vaksinasi COVID-19 pada hari ini. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih menyebut, dampak vaksinasi COVID-19 terhadap kematian tenaga kesehatan (nakes) baru akan terlihat Maret-April 2021.

Terlebih lagi vaksinasi COVID-19 bagi nakes mulai Januari 2021, yang mana penyuntikkan vaksin dosis kedua masih terus dilakukan. Butuh waktu terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) tenaga kesehatan setelah pemberian vaksin COVID-19 dosis kedua.

Walau begitu, selama pelaksanaan vaksinasi nakes dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, kematian para pahlawan kemanusiaan ini menurun.

Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per 14 Maret 2021, ada 22 kematian dokter akibat COVID-19 dan 61 nakes lain pada Februari 2021 dibanding Januari 2021 sebanyak 58 dokter dan 167 nakes lain meninggal. Pada awal Maret 2021, ada 6 dokter meninggal.

"Berkaitan dengan vaksinasi terhadap kematian nakes yang menurun, Saya belum bisa menghubungkan," terang Daeng di Kantor Sekretariat PB IDI, Jakarta, ditulis Senin (15/3/2021).

"Karena vaksinasi nakes itu baru dimulai Januari-Februari 2021, kemungkinan besar nakes disuntik kan belum terbentuk sempurna antibodi. Mungkin dampak vaksinasi COVID-19 terhadap kematian nakes baru akan terlihat bulan Maret atau April 2021."

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Vaksinasi COVID-19 Bantu Tenaga Kesehatan Tekan Penularan Virus Corona

FOTO: Puskesmas di Jakarta Mulai Lakukan Vaksinasi Virus Corona COVID-19
Perbesar
Dokter menyuntikkan vaksin virus corona COVID-19 produksi Sinovac saat kegiatan vaksinasi di Puskemas Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (14/1/2020). Sejumlah Puskesmas di Jabodetabek mulai melakukan vaksinasi COVID-19 pada hari ini. (merdeka.com/Arie Basuki)

Terkait vaksinasi COVID-9 terhadap tenaga kesehatan, menurut Ketua Terpilih Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Dedi Supratman, dapat membantu tekan penularan virus Corona. Angka kesakitan nakes juga bisa berkurang.

"Dengan vaksinasi, angka kematian bisa ditekan sekaligus menekan angka kesakitan dari konfirmasi positif COVID-19. Sistematikanya begitu," ujar Dedi kepada Health Liputan6.com melalui sambungan telepon.

"Kemudian (vaksinasi) akan menekan penularan virus Corona di kalangan nakes. Ya, walaupun memang kami masih banyak mendapat laporan teman-teman nakes yang positif COVID-19."

Di sisi lain, setelah vaksinasi nakes, angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19 akan berbeda dibanding masa-masa nakes sebelum divaksin.

"Nanti jumlahnya (nakes terpapar COVID-19 dan kematian) akan berbeda dibandingkan sebelum divaksin. Sisi positif (vaksinasi terhadap nakes), Saya lihat tetap ada," jelas Dedi.

"Jadi, kalau ditanya, kita dukung vaksinasi atau enggak, ya vaksinasi aja gitu. Itu pilihan terbaik saat ini. Kita dukung vaksinasi."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 4 Alur Meja Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Infografis 4 Alur Meja Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 4 Alur Meja Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓