BPOM Singgung soal Vaksin Nusantara Belum Diuji ke Hewan, Ini Jawaban Terawan

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 12 Mar 2021, 12:30 WIB
Diperbarui 12 Mar 2021, 12:30 WIB
Terawan Buka-bukaan Soal Vaksin Nusantara di DPR
Perbesar
Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberikan paparan dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (10/3/2021). Dalam rapat tersebut, Ketua Tim Pengembangan Vaksin Nusantara Terawan Agus Putranto buka-bukaan soal pengembangan Vaksin Nusantara. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI 'menyentil' Vaksin Nusantara belum diuji ke hewan. Tahap yang dimaksud adalah uji praklinik sebagaimana tahapan pembuatan vaksin pada umumnya.

Menanggapi hal itu, pengagas Vaksin Nusantara yang juga mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan Vaksin Nusantara yang berbasis sel dendritik autolog atau komponen dari sel darah putih sudah melewati tahap praklinik uji hewan.

""Saya sudah WhatsApp-kan hasil uji praklinik mengenai vaksin safety (keamanan) dan efikasi oleh pihak ketiga di Amerika Serikat. Nah, itu sudah dikerjakan, maka kami tidak melakukan lagi (uji praklinik) di Indonesia," ujar Terawan saat Rapat Bersama Komisi IX DPR RI di Gedung DPR, Komplek Senayan, Jakarta, ditulis Jumat (12/3/2021).

"Hasilnya sudah ada. Sudah kami kirimkan ke BPOM. Soal uji praklinik sel dendritik untuk Vaksin Nusantara ke binatang ini juga sudah Saya konsultasikan dengan Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin, Prof Chaerul Nidom Anwar."

Uji praklinik merupakan salah satu tahap penting untuk menentukan melanjutkan uji klinis terhadap manusia atau tidak. Dalam hal ini berkaitan dengan keamanan vaksin.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Laporan Uji Praklinik Hewan Sel Dendritik Belum Diterima BPOM

FOTO: Rusia Daftarkan Vaksin COVID-19 Pertama di Dunia
Perbesar
Seorang peneliti bekerja di laboratorium Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya, Moskow, Rusia, 6 Agustus 2020. Menurut Presiden Rusia Vladimir Putin pada 11 Agustus 2020, negaranya telah mendaftarkan vaksin COVID-19 pertama di dunia. (Xinhua/RDIF)

Chaerul Nidom Anwar menambahkan, laporan uji praklinik hewan terhadap sel dendritik untuk Vaksin Nusantara yang diperoleh dari AS sudah sesuai. Menurutnya, sudah masuk syarat dilakukan untuk uji klinik kepada manusia.

"Sudah dilakukan ke tikus, kelinci sampai monyet. Jadi, Saya melihat apa yang dilaporkan sudah sesuai dengan yang biasa kami lakukan untuk (proses pembuatan) kandidat vaksin," tambahnya.

"Di sini kami lakukan uji toksisitas. Saya melihat tidak ada perubahan apa-apa (efek) menggunakan sel dendritik untuk pembuatan vaksin."

Sementara itu, Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan pihaknya belum menerima laporan hasil uji praklinik Vaksin Nusantara. Demi memastikan keamanan, BPOM jauh-jauh hari meminta hasil uji praklinik tersebut.

Teknologi sel dendritik sudah biasa digunakan pada terapi kanker, dalam pembuatan Vaksin Nusantara, ada antigen yang ditambahkan. Antigen berfungsi menghasilkan respons imun.

"Jangan sampai kita memberikan kepada manusia suatu produk yang belum terjamin aspek keamanannya," tegas Penny.

3 dari 4 halaman

Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca

Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓