Stunting pada Anak, Bisakah Diperbaiki Usai Bayi Dilahirkan?

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 10 Mar 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 10 Mar 2021, 15:00 WIB
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo
Perbesar
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo berkomitmen tingkatkan akses dan kualitas Pelayanan dan Penggerakan Program Bangga Kencana selama COVID-19 di Kantor Pusat BKKBN, Jakarta, Rabu (27/1/2021). (Dok Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional/BKKBN)

Liputan6.com, Jakarta Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat dialami oleh seorang anak namun bisa berdampak pada kualitas manusia di Indonesia. Kondisi tersebut mendapatkan perhatian besar pemerintah saat ini.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, stunting memang bisa "dikoreksi" setelah seorang anak dilahirkan. Namun, waktu untuk memperbaiki kualitas anak tidaklah banyak.

"Kesempatan mengkoreksi anak kita agar tidak jadi stunting hanya 1000 hari kehidupan, itu pun sudah dimulai pada saat menstruasi terakhir sebelum hamil," kata Hasto dalam temu media pada Selasa (10/3/2021).

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan itu menambahkan, kehamilan umumnya memakan waktu 270 hari. Setelah anak dilahirkan, hanya tersisa waktu 730 hari untuk mengatasi stunting yang dialaminya.

"Begitu anak kita lahir stunting, maka kita punya kesempatan cuma 730 hari sampai usia 2 tahun," Hasto menambahkan.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 4 halaman

Usai Dilahirkan Anak Belum Bebas dari Ancaman Stunting

Kegagalan Adalah Proses Hidup
Perbesar
Ilustrasi Orangtua dan Anak Credit: pexels.com/pixabay

Namun, Hasto mengungkapkan bahwa yang menjadi masalah adalah apabila seorang anak dilahirkan dalam keadaan sehat, tetapi mengalami stunting di kemudian hari sebelum berusia dua tahun.

"Repotnya kalau lahir tidak stunting sampai umur setahun, tetapi makan tidak karuan, sakit-sakitan, akhirnya stunting. Umur 1,5 tahun menjadi stunting," kata mantan Bupati Kulon Progo ini.

"Dalam waktu enam bulan mungkin sulit sekali untuk mengoreksi agar tidak stunting. Bisa sih bisa, tetapi mengejarnya harus luar biasa," kata Hasto.

Hasto mengatakan, apabila sudah lewat dua bulan namun anak sudah terlanjur mengalami stunting, yang bisa dilakukan orangtua adalah tetap memberikannya nutrisi dan pendidikan yang baik.

"Dikasih makan yang baik, dididik yang baik biar jadi anak yang produktif. Namun untuk kecerdasannya harap maklum kalau seandainya di bawah rata-rata. Terus kalau sudah berusia 45 tahun, disuruh diet biar tidak mudah kena penyakit jantung, stroke, sama kencing manis."

3 dari 4 halaman

Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19

Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓