Sempat Turun 6 Pekan Berturut-turut, WHO Sebut Kasus COVID-19 di Dunia Naik Lagi

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 02 Mar 2021, 11:30 WIB
Diperbarui 02 Mar 2021, 11:30 WIB
WHO Umumkan Virus Corona Pandemi Global
Perbesar
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus berbicara dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, 11 Maret 2020. WHO menyatakan wabah COVID-19 dapat dikategorikan sebagai "pandemi" karena virus tersebut telah menyebar semakin luas ke seluruh dunia. (Xinhua/Chen Junxia)

Liputan6.com, Jakarta - World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa setelah beberapa pekan jumlah infeksi virus corona dilaporkan menurun, peningkatan kasus COVID-19 kembali terjadi di dunia.

"Dalam sepekan terakhir, jumlah kasus COVID-19 yang dilaporkan meningkat untuk pertama kalinya dalam enam pekan," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi persnya pada Senin (1/3/2021).

"Anda ingat saya melaporkan bahwa virus menurun selama 6 pekan berturut-turut, tetapi untuk pertama kalinya dalam tujuh pekan, kita mengalami peningkatan," kata Tedros seperti dikutip dari laman resmi WHO.

Tedros mengatakan, kasus COVID-19 dilaporkan meningkat di empat dari enam wilayah WHO yaitu Amerika, Eropa, Asia Tenggara, dan Mediterania Timur. Sementara di Afrika dan Pasifik Barat tidak dilaporkan lonjakan kasus.

"Ini mengecewakan, namun tidak mengejutkan," kata Tedros.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 4 halaman

Jangan Hanya Mengandalkan Vaksin

FOTO: [CERITA] Dunia Melawan COVID-19
Perbesar
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di kota arkeologi Petra, Yordania, 17 Maret 2020. Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins pada 21 Maret 2020, jumlah kasus virus corona COVID-19 di Yordania mencapai 85 orang. (Photo by Khalil MAZRAAWI/AFP)

Tedros menyebut bahwa WHO saat ini sedang berupaya untuk lebih memahami tentang peningkatan transmisi ini.

"Beberapa di antaranya tampaknya karena pelonggaran langkah kesehatan masyarakat, sirkulasi varian yang berkelanjutan, dan orang-orang yang lengah," kata peneliti kesehatan masyarakat asal Ethiopia tersebut.

WHO pun kembali menegaskan bahwa meski vaksin memang tetap membantu menyelamatkan nyawa, tetapi cara itu bukan satu-satunya yang harus diandalkan.

"Jika negara hanya mengandalkan vaksin, mereka membuat kesalahan," Tedros berujar. "Langkah-langkah kesehatan masyarakat mendasar tetap menjadi dasar dari respon tersebut."

Dia mengingatkan bagi otoritas kesehatan, langkah-langkah tersebut berarti pengujian, penelusuran kontak, isolasi, serta karantina yang didukung dengan perawatan berkualitas.

Sementara bagi masyarakat dan individu, langkah pencegahan berarti menghindari keramaian, menjaga jarak secara fisik, menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker, serta menjaga ventilasi udara.

3 dari 4 halaman

Infografis Jangan Lengah Protokol Kesehatan Covid-19

Infografis Jangan Lengah Protokol Kesehatan Covid-19
Perbesar
Infografis Jangan Lengah Protokol Kesehatan Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓