Saat Vaksinasi Guru Selesai, Bukan Berarti Sekolah Tatap Muka Langsung Dimulai

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 26 Feb 2021, 19:47 WIB
Diperbarui 26 Feb 2021, 19:47 WIB
FOTO: Guru, Dosen dan Tenaga Pendidik Jalani Vaksinasi COVID-19
Perbesar
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada guru di SMA 70, Jakarta, Rabu (25/2/2021). Sebanyak 600 orang dari profesi guru, tenaga kependidikan, dan dosen akan divaksin COVID-19 hari ini. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Saat vaksinasi guru dan tenaga pendidik selesai, Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Ede Surya Darmawan menyebut, bukan berarti langsung bisa membuka sekolah tatap muka. Walaupun guru dan tenaga pendidik sudah divaksin COVID-19, para siswa yang hadir belum divaksin.

Kondisi pembukaan sekolah tatap muka tersebut dinilai bisa berpotensi menularkan virus Corona di tengah siswa. Apalagi hingga saat ini, vaksin COVID-19 belum ada yang ditujukan untuk anak (siswa).

"Kalau sudah divaksin langsung belajar tatap muka? Ya, belum. Karena siswanya kan mesti divaksin juga. Sementara itu, vaksin buat anak-anak belum ada," terang Ede kepada Health Liputan6.com melalui sambungan telepon pada Jumat, 26 Februari 2021.

Ede melanjutkan, vaksinasi guru dan tenaga pendidik menjadi upaya mencegah penularan virus Corona. Mereka bisa bekerja dengan pembelajaran jarak jauh dan menyiapkan fasilitas pengajaran di sekolah.

"Hanya saja, guru yang sudah divaksin bisa saja kerja di sekolah, ya menyiapakan pengajaran, fasilitas, dan tetap (pengajaran) virtual," katanya.

"Harapannya, tentu dengan demikian sekolah menjadi tempat bersih dan tidak menularkan (COVID-19). Hal ini menjadi salah satu tolok ukur dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengurangi pembatasan dan mengendalikan penularan virus Corona."

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

 

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 4 halaman

Usai Vaksinasi Guru, Belum Secepat Itu Buka Sekolah Tatap Muka

Intip Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Bekasi
Perbesar
Sejumlah murid memasuki sekolah SD Negeri 6, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Pemerintah setempat memberikan izin kepada enam sekolah untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka selama satu bulan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Vaksinasi COVID-19 untuk 5 juta guru, tenaga pendidik dan kependidikan ditargetkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selesai pada Juni 2021. Diharapkan pembelajaran tatap muka dapat segera dimulai.

"Targetnya pada bulan Juni 2021 nanti, 5 juta guru, tenaga pendidik, dan kependidikan, semuanya Insyaallah bisa kita selesaikan (vaksinasi COVID-19)," ujar Jokowi saat meninjau vaksinasi COVID-19 bagi guru dan tenaga pendidik di SMAN 70 Jakarta, Rabu (24/2/2021).

"Sehingga bulan Juli, saat tahun ajaran baru, semuanya bisa berjalan normal kembali (pembelajaran tatap muka)."

Menyoal vaksinasi guru dan sekolah tatap muka, Ede Surya Darmawan juga mewanti-wanti tidak terjadi penularan virus Corona antar siswa yang belum divaksin.

"Guru dan tenaga pendidiknya sudah divaksin, sedangkan siswanya belum. Jangan sampai terjadi penularan antarsiswa. Kalau ada kasus COVID-19, nanti dianggap (penularan) dari sekolah. Ya, enggak begitu juga," katanya.

"Jadi, memang belum secepat itu membuka sekolah tatap muka. Walau siswa usianya muda dan relatif lebih sedikit kasus COVID-19, potensi penularan virus Corona tetap masih ada." 

3 dari 4 halaman

Infografis 10 Jurus Cegah Klaster Sekolah Tatap Muka

Infografis 10 Jurus Cegah Klaster Sekolah Tatap Muka
Perbesar
Infografis 10 Jurus Cegah Klaster Sekolah Tatap Muka (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓