Terima 600 Ribu Dosis, Ghana Jadi Negara Penerima Pertama Vaksin COVID-19 AstraZeneca dari COVAX

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 25 Feb 2021, 20:00 WIB
Diperbarui 25 Feb 2021, 20:00 WIB
Institut Serum India, Pembuat Vaksin Terbesar di Dunia
Perbesar
Seorang karyawan mengoperasikan mesin pengisi vaksin COVID-19 di Serum Institute of India, Pune, India, Kamis (21/1/2021). Serum Institute of India adalah pembuat vaksin terbesar di dunia dan telah dikontrak untuk memproduksi miliar dosis vaksin AstraZeneca-Oxford University (AP Photo/Rafiq Maqbool)

Liputan6.com, Jakarta Ghana menjadi negara pertama di dunia di luar India, yang menerima vaksin COVID-19 dari COVAX Facility.

Dikutip dari laman World Health Organization (WHO) pada Kamis (25/2/2021), sebanyak 600 ribu dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca yang diproduksi Serum Institute of India, tiba di Accra pada Rabu waktu setempat.

Pengiriman pertama yang tiba di Accra merupakan yang pertama dikirim ke Afrika oleh COVAX Facility. Direncanakan hingga akhir 2021, ada sekitar 2 triliun dosis yang akan dikirim ke sana.

"Ini merupakan upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya, untuk memastikan semua masyarakat memiliki akses ke vaksin," kata Anne-Claire Dufay, Perwakilan UNICEF untuk Ghana mengutip laman resmi UNICEF.

Seth Berkley, CEO Gavi, Vaccine Alliance, mengatakan, pengiriman tersebut membawa satu langkah lebih dekat dengan akses vaksin COVID-19 yang setara di dunia, demi mengakhiri masa pandemi secepatnya.

"Kami perlu pemerintah dan bisnis untuk saat ini berkomitmen kembali soal dukungan mereka untuk COVAX dan menolong kami mengalahkan virus ini secepat mungkin," katanya.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita

 

 

2 dari 4 halaman

Langkah Realisasi Kesetaraan Vaksin COVID-19

Institut Serum India, Pembuat Vaksin Terbesar di Dunia
Perbesar
Karyawan bekerja pada mesin pengisi vaksin COVID-19 di Serum Institute of India, Pune, India, Kamis (21/1/2021). Serum Institute of India adalah pembuat vaksin terbesar di dunia dan telah dikontrak untuk memproduksi miliar dosis vaksin AstraZeneca-Oxford University. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

"Kita tidak akan mengakhiri pandemi dimanapun kecuali kita mengakhirinya di semua tempat," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Tedros mengatakan, kedatangan vaksin COVID-19 COVAX di Ghana merupakan langkah pertama yang besar, untuk merealisasikan visi kesetaraan vaksin.

"Kita masih punya banyak pekerjaan untuk dilakukan, dengan pemerintah dan pengembang memastikan vaksinasi bagi tenaga kesehatan dan lansia berjalan di semua negara di 100 hari pertama tahun ini," katanya.

UNICEF mengatakan, tenaga kesehatan dan pekerja garis depan lain akan menjadi yang pertama divaksinasi.

Dalam laporannya, UNICEF menyebut setahun terdampak pandemi COVID-19, lebih dari 80.700 orang di sana terinfeksi virus corona. Lebih dari 580 orang meninggal. Kedatangan vaksin menurut mereka merupakan jalan menuju pemulihan masyarakat di sana.

Vaksin COVID-19 AstraZeneca sendiri diterbangkan dari Mumbai via Dubai ke Ghana, pada 23 Februari 2021 waktu setempat. Pengiriman tersebut juga membawa jarum suntik dari penyimpanan Gavi di Supply Hub regional milik UNICEF.

3 dari 4 halaman

Infografis Kejahatan Vaksin Covid-19 Palsu di China

Infografis Kejahatan Vaksin Covid-19 Palsu di China
Perbesar
Infografis Kejahatan Vaksin Covid-19 Palsu di China (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓