200 Ribu Nakes Belum Divaksin, Satgas COVID-19 Minta Penyelenggara Vaksinasi Cek Kendala

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 24 Feb 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 24 Feb 2021, 12:00 WIB
Wiku Adisasmito
Perbesar
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan pelaksanaan vaksinasi tahap kedua ditargetkan Kemenkes akan selesai Mei 2021 di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (16/2/2021). (Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB Mardji)

Liputan6.com, Jakarta Masih ada 200.000 tenaga kesehatan (nakes) yang belum menerima vaksinasi COVID-19 dosis pertama. Data Kementerian Kesehatan per 23 Februari 2021, 1.269.905 tenaga kesehatan dari 1.468.764 yang sudah terima dosis pertama dan 789.966 nakes yang menerima dosis kedua.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meminta penyelenggara vaksinasi untuk memerhatikan kendala bagi tenaga kesehatan yang belum mendapat suntikan dosis pertama vaksin COVID-19.

"Mohon kepada penyelenggara vaksinasi memerhatikan kendala yang dihadapi petugas kesehatan dalam mengakses vaksinasi, seperti kesulitan akses, jarak fasilitas pelayanan kesehatan dari domisili peserta vaksinasi," pinta Wiku di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta pada Selasa, 23 Februari 2021.

"Selain itu juga, kendala pemberitahuan jadwal vaksin. Agar masyarakat yang mendapatkan giliran vaksinasi COVID-19 bisa mengikuti prosesnya dengan persiapan yang baik."

 

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Kendala Vaksinasi COVID-19 Nakes

FOTO: Ribuan Tenaga Kesehatan Jalani Vaksinasi Dosis Pertama Secara Massal
Perbesar
Tenaga kesehatan antre untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 massal di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Rencananya, sekitar enam ribu tenaga kesehatan akan mengikuti vaksinasi COVID-19 dosis pertama tersebut. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Wiku Adisasmito mengakui, ada beberapa kendala yang membuat tenaga kesehatan belum semuanya dapat divaksin.

"Ya, bisa terkait mekanisme vaksinasi, mulai registrasi pelaksanaan juga sosialisasi program vaksinasi yang targeted (ditargetkan)," katanya.

"Untuk pihak penyelenggara fasilitas kesehatan, mohon menjamin setiap tenaga kesehatan yang telah tervaksinasi dengan pencatatan dan vaksinasi yang terjadwal."

3 dari 4 halaman

Infografis Geger Crazy Rich Ikut Antrean Vaksinasi Covid-19.

Infografis Geger Crazy Rich Ikut Antrean Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Geger Crazy Rich Ikut Antrean Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓