Kemenkes Sebut Perjalanan Vaksin Nusantara Terawan Masih Panjang

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 23 Feb 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 23 Feb 2021, 18:00 WIB
Melihat Petugas Medis di Korea Selatan Latihan Suntik Vaksin COVID-19
Perbesar
Botol kosong vaksin COVID-19 AstraZeneca terlihat selama sesi pelatihan cara memberikan suntikan vaksin COVID-19 di Asosiasi Perawat Korea di Seoul, Korea Selatan (17/2/2021). Korsel berencana memulai inokulasi virus COVID-19 dengan vaksin AstraZeneca pada 26 Februari. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Liputan6.com, Jakarta Terkait Vaksin Nusantara, menurut Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi, perjalanannya masih panjang. Dikabarkan vaksin tersebut sedang dievaluasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menilai, apakah bisa dilanjutkan uji klinis tahap kedua atau tidak.

Vaksin Nusantara diinisiasi mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Penelitian vaksin dilaksanakan di RS Kariadi Semarang bekerjasama dengan RSPAD Gatot Subroto dan Badan Litbang Kementerian Kesehatan.

"Pada prinsipnya, kami di Kemenkes, jenis vaksin yang ada harus lolos uji klinis fase 1, 2, dan 3 serta mendapat izin edar dari BPOM. Setelah keluar izin edar, kami baru bisa mulai pelaksanaan vaksinasi," ucap Nadia dalam dialog virtual, ditulis Selasa, 23 Februari 2021.

"Kalau melihat Vaksin Nusantara, menurut kami perjalanannya masih panjang ya (masih harus serangkaian uji klinis dan evaluasi)."

Terawan mengembangkan Vaksin Nusantara yang mengandung vaksin dari sel dendritik. Pengobatan sel dendritik pun diketahui lebih banyak digunakan sebagai terapi pasien kanker, yang merupakan terapi  bersifat individual. Artinya, setiap orang sel dendritiknya bisa mendapat perlakuan yang berbeda. 

 

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Kemenkes Dukung Inovasi Vaksin Produksi Dalam Negeri

FOTO: Vaksinasi COVID-19 Massal Digelar di DKI Jakarta
Perbesar
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada tenaga kesehatan saat vaksinasi massal di Poltekkes Kemenkes Jakarta 1, Pondok Labu, Jakarta, Minggu (31/1/2021). Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menargetkan vaksinasi 1.000 peserta setiap lokasi penyuntikan. (merdeka.com/Arie Basuki)

Nadia Tarmizi menambahkan, Kementerian Kesehatan mendukung inovasi vaksin produksi dalam negeri. Terlebih lagi hal itu bisa menjadi potensi keberhasilan di mata dunia.

"Prinsipnya, kami, Kemenkes mendukung semua inovasi anak bangsa, apalagi produksi dalam negeri. Kita lihat, PT Bio Farma kalau tidak salah, salah satu penyuplai vaksin di dunia global," tambahnya.

"Artinya, Indonesia sudah dipercaya produksi vaksin. Tentunya, kalau nanti ada Vaksin Merah Putih ataupun Vaksin Nusantara itu potensi-potensi, yang mana Indonesia bisa mencatat salah satu keberhasilannya di dunia, terkait suplai vaksin tadi."

3 dari 4 halaman

Infografis Protokol Kesehatan Vaksin Terbaik

Infografis Protokol Kesehatan Vaksin Terbaik
Perbesar
Infografis Protokol Kesehatan Vaksin Terbaik (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓