Kemenkes: Vaksin Gotong Royong untuk Perusahaan Lebih dari 100 Karyawan

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 23 Feb 2021, 21:00 WIB
Diperbarui 23 Feb 2021, 21:00 WIB
FOTO: Tenaga Kesehatan Jalani Vaksinasi COVID-19 Tahap Kedua di Puskesmas Palmerah
Perbesar
Petugas medis menyedot vaksin COVID-19 Sinovac untuk disuntikkan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Palmerah, Jakarta, Kamis (28/1/2021). Pemberian vaksin COVID-19 tahap kedua dilaksanakan terhadap tenaga kesehatan mulai hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kesehatan menjelaskan vaksin gotong royong ditujukan untuk perusahaan yang punya lebih dari 100 karyawan. Kriteria tersebut juga masih terus didiskusikan.

Dalam dialog virtual, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi menerangkan gambaran vaksin gotong royong. Pendekatan pelaksanaan vaksinasi menyasar klaster per klaster (setiap perusahaan).

"Namanya vaksin gotong royong ya, bukan vaksin mandiri. Vaksinasi ini sifatnya, perusahaan yang akan memberikan seluruh vaksin COVID-19 kepada karyawannya. Atau kalau memang perusahaan mampu akan menyediakan vaksin juga buat keluarganya (keluarga karyawan)," terang Nadia, ditulis Selasa, 23 Februari 2021.

"Tentunya kriteria perusahaan jadi salah satu yang kami diskusikan lebih lanjut. Terutama perusahaan yang karyawannya harus ada lebih dari 100 orang. Yang kami inginkan padat karya dulu, kecuali Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mungkin nanti yang akan dipritoritaskan satu klaster."

 

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Vaksin Gotong Royong Tak Dijual untuk Individu

Ketua IDI Terpilih Vaksinasi COVID-19 Bersama Nakes RSUD Cengkareng
Perbesar
Petugas vaksinator menyiapkan vaksin CoronaVac dari SinoVac di RSUD Cengkareng, Jakarta, Kamis (14/01/2021). Vaksinasi Covid-19 tahap awal dijadwalkan berlangsung dari Januari hingga Februari 2021. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pendekatan vaksinasi gotong royong per klaster sebagai upaya menghentikan penularan virus Corona dengan cepat.

"Kembali lagi pendekatannya satu klaster, bukan individu. Kalau kita tahu juga pabrik pasti ada 1.000-2.000 karyawan. Nah itu, bisa diselesaikan (dengan vaksinasi gotong royong) supaya transmisi di sana bisa kita hentikan," Nadia menambahkan.

Vaksin gotong royong akan diberikan dan didukung dunia usaha. Kementerian Kesehatan juga masih membahas kebijakannya, yang mana vaksin gotong royong tidak dibebankan kepada individu.

"Nanti rambu-rambu akan kami jadikan kebijakan. Yang paling utama demi memastikan akses universal kepada semua orang. Bahwa vaksinasi (gotong royong) upaya kita bersama, tidak dibebankan kepada individu. Dalam arti, tidak akan ada penjualan (vaksin ke individu)," jelas Nadia.

3 dari 4 halaman

Infografis Kejahatan Vaksin Covid-19 Palsu di China

Infografis Kejahatan Vaksin Covid-19 Palsu di China
Perbesar
Infografis Kejahatan Vaksin Covid-19 Palsu di China (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓