Muhadjir Effendy: Lakukan Silaturahmi Virtual Tanpa Mengurangi Nilai Luhur Imlek

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 12 Feb 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 12 Feb 2021, 13:00 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy
Perbesar
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy. (Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan/Kemenko PMK)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy berpesan agar masyarakat melakukan silaturahmi virtual tanpa mengurangi nilai luhur Imlek. Pesan disampaikan Muhadjir dalam momen perayaan Imlek 2572 Kongzili tepat hari ini.

"Pesan saya, hindari saling mengunjungi antar keluarga besar, lakukan silaturahmi secara virtual tanpa mengurangi makna dan nilai luhur Imlek itu sendiri," ucap Muhadjir melalui video yang diterima Health Liputan6.com pada Jumat, 12 Februari 2021.

Pada perayaan Imlek 2021 ini, Muhadjir mengajak masyarakat ikut berdoa supaya Indonesia keluar dari pandemi COVID-19. Ia juga mengapresiasi masyarakat Tionghoa yang melakukan kegiatan bakti sosial.

 "Kepada seluruh masyarakat Indonesia yang merayakan Imlek, Saya mengucapkan, 'Selamat Tahun Baru Imlek. Tahun baru dengan harapan baru.' Setidaknya kita diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan rezeki yang berlimpah," ajak Muhadjir Effendy.

"Mari kita berdoa bersama supaya Indonesia segera keluar dari pandemi COVID-19. Saya mengapresiasi kegiatan sosial yang diisi dengan bentuk bakti dan kepedulian masyarakat Tionghoa Indonesia dalam rangkaian acara Imlek Nasional 2021."

 

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Perayaan Imlek Tanpa Mercon dan Pertunjukan Barongsai Terbuka

Ritual Sembahyang di Malam Tahun Baru Imlek
Perbesar
Warga keturunan Tionghoa mendatangi Klenteng Hok Lay Kiong, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (11/2/2021) malam. Sembahyang di malam Imlek ini sebagai ungkapan syukur atas rezeki dan keselamatan dari Tuhan serta untuk pengharapan kehidupan lebih baik di tahun Kerbau. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Muhadjir menerangkan, peringatan Imlek 2021 bertepatan dengan masa pandemi COVID-19 jangan sampai berdampak negatif terhadap upaya pemerintah dalam menanggulangi COVID-19.

"Pemerintah berkepentingan dengan kegiatan Imlek ini. Terutama jangan sampai peristiwa sakral ini kemudian justru punya dampak negatif terhadap upaya pemerintah dalam menanggulangi Covid-19," ujarnya saat audiensi bersama Panitia Peringatan Imlek Nasional pada Selasa, 9 Februari 2021.

Hindari kegiatan di luar ruangan berupa perayaan yang kemungkinan bisa mengundang massa cukup besar. Perayakan Imlek bukan hanya peringatan umat Konghucu atau peringatan kelompok masyarakat Tionghoa saja, melainkan peristiwa budaya yang mengundang antusiasme seluruh masyarakat Indonesia.

Pemerintah pun mengharapkan peringatan Imlek 2021 bisa dirayakan dengan cara yang sederhana, tidak semarak, dan memaksimalkan teknologi dalam melakukan perayaan. Diharapkan memberikan dampak positif dalam upaya pemerintah mempercepat penangan COVID-19.

"Ini imbauannya bukan kepada penganut agama, komunitas tertentu. Tapi seluruh masyarakat yang merayakan Imlek supaya menahan diri," tutur Muhadjir dalam keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com.

"(Perayaan Imlek) Cukup dengan cara yang sederhana. Tidak ada mercon, barongsai, bagi angpao secara terbuka. Angpaonya cukup dikirim melalui kiriman-kiriman misalnya pakai ojol (ojek online) atau pakai apa silahkan. Saya kira justru kita ingin mencoba menikmati suasana prihatin Imlek tahun 2021 ini dengan cara-cara yang baru."

3 dari 4 halaman

Infografis Strategi Khusus Tekan Kasus Covid-19 Saat Libur Imlek

Infografis Strategi Khusus Tekan Kasus Covid-19 Saat Libur Imlek. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Strategi Khusus Tekan Kasus Covid-19 Saat Libur Imlek. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓