WNA di Malaysia akan Terima Vaksin COVID-19 Gratis

Oleh Liputan6.com pada 12 Feb 2021, 20:00 WIB
Diperbarui 12 Feb 2021, 20:00 WIB
FOTO: Kasus COVID-19 Meningkat, Malaysia Akan Batasi Pergerakan
Perbesar
Pekerja balai kota mendisinfesi Lapangan Merdeka atau Alun-Alun Kemerdekaan di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (17/10/2020). Malaysia akan membatasi pergerakan di Kuala Lumpur, Selangor, dan Putrajaya mulai Rabu dalam upaya untuk mengekang peningkatan tajam kasus COVID-19. (AP Photo/Vincent Thian)

Liputan6.com, Jakarta Warga negara asing (WNA) yang tinggal di Malaysia akan menerima vaksin COVID-19 secara gratis. Rencananya program vaksinasi COVID-19 di Malaysia pada akhir Februari mendatang.

Komite Jaminan Akses Pasokan Vaksin COVID-19 Malaysia menegaskan, bahwa warga negara Malaysia tetap akan diprioritaskan untuk menerima vaksin. Tetapi, keputusan untuk memasukkan orang asing juga merupakan kunci keberhasilan program vaksinasi.

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin pada November 2020 lalu mengatakan bahwa vaksin COVID-19 akan diberikan secara gratis kepada warga yang ada di Malaysia. 

Kabinet juga menyetujui keputusan tersebut, setelah mempertimbangkan faktor-faktor seperti bagaimana pekerja asing menyumbang sebagian besar kasus klaster COVID-19 di Malaysia, terutama di sektor konstruksi, pertanian dan manufaktur.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa infeksi akibat klaster pekerja asing memiliki "biaya tinggi" karena prosedur perawatan dan karantina

Lebih lanjut, komite menyatakan lingkungan yang bebas dari COVID-19 hanya akan tercapai jika sebanyak mungkin penduduk di Malaysia divaksinasi.

"Pekerja asing telah menjadi bagian dari komunitas kami dan juga berkontribusi pada perekonomian negara," jelas komite dalam sebuah pernyataan, dikutip laman Channel News Asia, Kamis (11/02/2021).

Komite juga mencatat bahwa beberapa negara telah memberikan vaksinasi gratis bagi warga Malaysia yang tinggal di sana.

"Selama periode pandemi ini, distribusi vaksin adalah langkah yang manusiawi," tambah pernyataan itu.

2 dari 2 halaman

Jumlah Vaksin yang Diterima Malaysia, Melebihi Jumlah WNI yang Memenuhi Syarat Vaksinasi

Komite menambahkan, keputusan menawarkan vaksinasi kepada WNA secara gratis diambil, juga karena jumlah dosis yang didapat pemerintah Malaysia melebihi jumlah WNI yang memenuhi syarat untuk divaksinasi.

"Ini juga sejalan dengan sikap pemerintah untuk memberikan vaksin kepada sebanyak mungkin penduduk Malaysia untuk mencapai kekebalan kawanan dalam mengatasi pandemi COVID-19," jelas pernyataan itu.

Komite memaparkan, bahwa jadwal vaksinasi WNA akan diumumkan ke depan.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Malaysia Adham Baba mengatakan, negaranya akan menerima vaksin Pfizer-BioNTech seminggu sebelum fase pertama rencana vaksinasi COVID-19 dimulai pada 26 Februari.

Baba mengatakan, vaksin harus tiba lebih awal sehingga 7.000 orang yang bertugas memberikan vaksinasi dapat divaksinasi terlebih dahulu.

"Kami perlu memprioritaskan mereka yang ditugaskan untuk memberikan vaksinasi, dan 7.000 pemberi vaksin telah dipilih untuk suntikan awal," ujarnya.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan, setelah nantinya vaksin dikirim, batch pertama vaksin akan didistribusikan secara nasional selama satu hingga dua minggu.

Malaysia diketahui telah setuju untuk membeli 12,8 juta dosis vaksin yang dikembangkan bersama oleh produsen obat AS Pfizer dan mitra Jerman BioNTech pada November 2020 lalu.

Kemudian bulan Januari, Malaysia menandatangani kesepakatan kedua dengan Pfizer untuk mendapatkan tambahan 12,2 juta dosis tambahan.

Malaysia juga menandatangani perjanjian untuk mengamankan 18,4 juta dosis vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh Gamaleya Research Institute Rusia dan Sinovac China.

 

(Penulis: Rizki Febianto)

Lanjutkan Membaca ↓