TNI Dukung Pemerintah Kerahkan Ribuan Pasukan Tracer COVID-19

Oleh Liputan6.com pada 10 Feb 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 10 Feb 2021, 13:00 WIB
Nampak petugas TNI - Polres Garut, tengah memberikan masker kepada masyarakat saat pelaksaan operasi yustisi pencegahan Covid-19 di Garut, Jawa Barat.
Perbesar
Nampak petugas TNI - Polres Garut, tengah memberikan masker kepada masyarakat saat pelaksaan operasi yustisi pencegahan Covid-19 di Garut, Jawa Barat. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Liputan6.com, Jakarta Demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan bekerja sama dengan TNI dalam pelaksanaan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) ke tingkat desa. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kerja sama dilakukan untuk memastikan bahwa 3T dilakukan sampai ke level paling kecil, yakni di seluruh desa, RT dan RW.

''Peperangan (melawan COVID-19) ini dibutuhkan jaringan level terbawah, itu sebabnya kami bekerjasama dengan TNI dan Polri," ujar Budi dalam pada Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (09/02/2021).

TNI dan Polri dipilih karena memiliki jaringan intelijen dan jaringan penghubung sampai ke level-level terkecil.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, TNI akan mengerahkan 27.866 Bintara Pembina Desa (Babinsa), 1.768 Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar), dan 102 Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpot Dirga) di 7 provinsi di Jawa dan Bali yang mendukung pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

Sebelum diterjunkan ke wilayah kerjanya masing-masing para Babinsa, Babinpotmar, dan Babinpot Dirga disebut Hadi, akan diberi pelatihan menjadi tracer COVID-19

"Sehingga di samping bertugas sebagai penegak disiplin protokol kesehatan para prajurit TNI tersebut dapat membantu pemerintah untuk melaksanakan tracing COVID-19 di tengah masyarakat,'' ujar Hadi.

Selain itu, Hadi menjelaskan bahwa TNI telah menyiapkan tenaga kesehatan dari TNI sebagai vaksinator untuk mendukung program vaksinasi nasional yang telah direncanakan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1.008 vaksinator terverifikasi

Saat ini, TNI telah memiliki 1.008 vaksinator yang terverifikasi, dan akan menambah jumlah tersebut dengan melatih 10.000 vaksinator baru.

TNI juga telah menyiapkan perangkat rantai dingin berupa coolbox yang telah didistribusikan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut TNI, termasuk di 7 provinsi yang menjadi titik PPKM skala mikro.

Diharapkan dengan kesiapan SDM dan fasilitas kesehatan tersebut TNI dapat mendukung program PPKM.

Untuk diketahui, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah. Berdasarkan data Kemenkes, hingga Senin (08/02/2021) pukul 12.00 WIB, total kasus positif telah mencapai 1.166.079 kasus, diikuti dengan 31.763 kasus kematian.

Untuk menahan laju penambahan kasus, pemerintah telah menerapkan PPKM mikro yang berlangsung mulai 8 hingga 22 Februari 2021 di tujuh provinsi Pulau Jawa dan Bali.

 

(Penulis: Rizki Febianto)

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Benarkah Sudah Divaksin Masih Bisa Kena Covid-19

Infografis Benarkah Sudah Divaksin Masih Bisa Kena Covid-19? (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Benarkah Sudah Divaksin Masih Bisa Kena Covid-19? (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓