Jusuf Kalla: Vaksin COVID-19 Mandiri Bantu Percepat Vaksinasi Nasional

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 30 Jan 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 30 Jan 2021, 18:00 WIB
Jusuf Kalla
Perbesar
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (JK) meminta partisipasi masyarakat dan pengusaha memerangi COVID-19 yang semakin meninggi di Indonesia, terutama di wilayah DKI Jakarta di sela sela perayaan HUT PMI ke-75 di Markas Pusat PMI, Jakarta, Kamis (17/9/2020). (Tim Komunikasi Jusuf Kalla/JK)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Jusuf Kalla menyampaikan, vaksin COVID-19 mandiri dinilai bantu mempercepat program vaksinasi nasional. Ia pun mendukung rencana vaksinasi mandiri yang dikemukakan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

“Kami mendukung upaya vaksinasi COVID-19 secara mandiri atau gotong royong. Karena ini akan mempercepat vaksinasi nasional," kata JK, sapaan akrabnya melalui keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com pada Jumat, 29 Januari 2021.

"Bila mau diselesaikan dalam waktu 1 tahun, maka dibutuhkan vaksinasi setidaknya 1 juta orang per hari dan itu tidak mungkin dilaksanakan oleh pemerintah saja.”

Lebih lanjut, JK menjelaskan, pemberian vaksin COVID-19 mandiri berupa pihak perusahaan swasta menyelenggarakan vaksinasi sendiri kepada karyawannya.

Diharapkan perusahaan tersebut akan bisa kembali bekerja dengan normal dan dapat segera melakukan pemulihan ekonomi. Vaksin mandiri juga dapat meringankan beban pemerintah.

"Jadi, vaksinasi mandiri atau gotong royong bisa membantu orang-orang yang tidak mampu juga. Katakanlah, pabrik rokok. Karyawannya bisa sampai 25.000 orang kalau vaksinnya ditanggung perusahaan. Artinya, (karyawan dapat) gratis juga dan meringankan beban pemerintah serta rakyat," imbuh Jusuf Kalla.

 

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Vaksinasi COVID-19 Mandiri Masih Dikaji

Ribuan Tenaga Kesehatan Jalani Vaksinasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran
Perbesar
Petugas medis menyuntikkan vaksin Coronavac kepada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Sebanyak 2.630 tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet divaksinasi Covid-19 secara bertahap. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmidzi menjelaskan, saat ini, rencana vaksinasi COVID-19 mandiri dengan melibatkan swasta masih dikaji oleh pemerintah.

"Kami masih mengkaji kemungkinan terkait rencana ini (vaksinasi mandiri). Jadi, bersabar aja dulu ya," ucap Nadia saat temu media Perkembangan Pelaksanaan Vaksinasi pada Sabtu, 23 Januari 2021.

Opsi vaksinasi mandiri belum sepenuhnya matang. Ada beberapa alternatif opsi, tapi masih didiskusikan. Walau begitu, ia tak menyebut alternatif opsi yang dimaksud.

"Kami masih juga mendengarkan masukan dari banyak pihak. Berbagai masukan soal bagaimana mekanisme nanti dan seperti apa skema vaksinasi mandiri," kata Nadia.

"Sudah ada beberapa alternatif opsi, tetapi masih dalam pembahasan supaya lebih matang."

3 dari 4 halaman

INFOGRAFIS: Deretan negara yang gratiskan vaksin Covid-19 ke warganya

INFOGRAFIS: Deretan negara yang gratiskan vaksin Covid-19 ke warganya (Liputan6.com / Triyasni)
Perbesar
INFOGRAFIS: Deretan negara yang gratiskan vaksin Covid-19 ke warganya (Liputan6.com / Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓