Virus Corona Terus Bermutasi, Bukan Berarti Jadi Semakin Ganas

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 28 Des 2020, 13:15 WIB
Diperbarui 28 Des 2020, 13:15 WIB
virus-coronavirus-sars-cov-2-flash-4915859
Perbesar
Mutasi virus Corona yang terus terjadi bukan berarti virusnya menjadi semakin ganas. Sumber: Pixabay

Liputan6.com, Jakarta Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio menegaskan, mutasi virus Corona yang terus terjadi, bukan berarti virusnya menjadi semakin ganas. Mutasi dimaknai virus tersebut semakin menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Ketika virus Corona bermutasi dan berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan. Maka, virus itu akan bertahan (survive).

"Mutasi ini terjadi secara alami dan acak. Artinya, tidak sistematis. Oleh si virus, mutasi itu juga bagian dari proses seleksi. Nah, kalau mutasi menyebabkan virusnya menjadi lemah, maka dia akan tereliminasi," papar Amin di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, ditulis Senin (28/12/2020).

"Kalau mutasi menyebabkan virusnya lebih fit, lebih lebih cocok dengan lingkungannya. Maka, dia akan survive. Jadi, memang itu (mutasi) salah satu upaya virus untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana dia berada."

Artinya, mutasi-mutasi virus Corona yang ada bisa dikatakan membuat virus semakin menyesuaikan diri dengan lingkungan.

"Otomatis mutasi-mutasi yang terjadi terus semakin lama tidak harus dibilang semakin ganas, melainkan dia semakin semakin hari, semakin sesuai dengan lingkungannya," pungkas Amin.

 

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Ada Mutasi Virus Corona, Vaksin COVID-19 Masih Bisa Efektif

FOTO: Israel Akan Luncurkan Kampanye Vaksinasi Virus Corona COVID-19
Perbesar
Sebuah dosis vaksin virus corona COVID-19 disiapkan di Pusat Medis Sheba Tel Hashomer, Kota Ramat Gan, Israel, 17 Desember 2020. Israel akan meluncurkan kampanye vaksinasi virus corona COVID-19 pada 20 Desember 2020. (Xinhua/JINI/Gideon Markowicz)

Salah satu contoh mutasi virus Corona, yakni varian baru dari Inggris bernama VUI-202012/01. Meski kecepatan penularannya mencapai 70 persen, peningkatan morbiditas (angka kesakitan) belum diketahui. 

"Artinya, secara klinis, apakah membuat kondisi pasien lebih berat atau lebih sulit diobati atau lebih cepat menyebabkan kematian itu belum ada bukti," jelas Amin.

Terkait dengan vaksin COVID-19 yang dikembangkan saat ini, menurut Amin, mutasi virus Corona tetap membuat vaksin efektif.

"Walaupun sudah ada mutasi, tetapi belum sampai ada perubahan struktur, sehingga vaksin yang sudah dikembangkan selama ini masih bisa efektif," ujarnya.

Infografis Mutasi Virus Corona Lebih Jinak, Bisa Berubah Ganas di Indonesia?

Infografis Mutasi Virus Corona Lebih Jinak, Bisa Berubah Ganas di Indonesia? (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Mutasi Virus Corona Lebih Jinak, Bisa Berubah Ganas di Indonesia? (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓