363 Tenaga Medis Gugur Akibat COVID-19, Termasuk 202 Dokter

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 15 Des 2020, 17:00 WIB
Diperbarui 15 Des 2020, 17:00 WIB
FOTO: Pemakaman Jenazah dengan Protokol COVID-19 di TPU Pondok Ranggon Menurun
Perbesar
Petugas memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Sabtu (7/11/2020). Pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19 dalam sepekan mengalami penurunan, untuk hari ini ada sekitar 20 orang yang datang silih berganti (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta Data Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) per 15 Desember 2020 pukul 16.20 WIB mencatat, 363 tenaga medis dan kesehatan gugur akibat terinfeksi COVID-19, termasuk 202 dokter. Kemudian ada 15 dokter gigi dan 146 perawat yang meninggal dunia.

Pembaruan data gugurnya tenaga medis dihimpun dari Maret hingga pertengahan Desember 2020. Sebagaimana keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com, Selasa (15/12/2020), para dokter yang gugur terdiri dari 107 dokter umum (4 guru besar), 92 dokter spesialis (7 guru besar).

Selanjutnya, 2 residen dan satu dokter dalam verifikasi. Data seluruh dokter meninggal berasal dari 24 IDI Wilayah (Provinsi) dan 92 IDI Cabang (Kota/Kabupaten).

Rincian data kematian 363 tenaga medis akibat Corona berdasarkan provinsi per 15 Desember 2020, sebagai berikut:

1. Jawa Timur 41 dokter, 2 dokter gigi, 43 perawat

2. DKI Jakarta 31 dokter, 5 dokter gigi, 21 perawat

3. Sumatera Utara 24 dokter dan 3 perawat

4. Jawa Barat 20 dokter, 4 dokter gigi, 19 perawat

5. Jawa Tengah 21 dokter dan 22 perawat

6. Sulawesi Selatan 7 dokter dan 3 perawat

7. Banten 7 dokter dan 2 perawat

8. Bali 6 dokter

9. Aceh 6 dokter dan 2 perawat

10. Kalimantan Timur 5 dokter dan 3 perawat

11. Riau 5 dokter

12. DI Yogyakarta 6 dokter dan 2 perawat

 

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 5 halaman

Kematian Dokter dan Perawat Akibat COVID-19

Pemprov DKI Jakarta Anggarkan Rp254 Miliar buat Penambahan Lahan Pemakaman Jenazah dengan Protokol COVID-19
Perbesar
Foto udara memperlihatkan kondisi area pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Kamis (12/10/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganggarkan Rp254 miliar guna menambah lahan pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

13. Kalimantan Selatan 4 dokter, 1 dokter gigi, 6 perawat

14. Sumatera Selatan 4 dokter dan 5 perawat

15. Kepulauan Riau 3 dokter dan 2 perawat

16. Sulawesi Utara 3 dokter

17. Nusa Tenggara Barat 2 dokter, 1 perawat

18. Sumatera Barat 1 dokter, 1 dokter gigi, dan 2 perawat

19. Kalimantan Tengah 1 dokter dan 2 perawat

20. Lampung 1 dokter dan 1 perawat

21. Maluku Utara 1 dokter dan 1 perawat

22. Bengkulu 1 dokter

23. Sulawesi Tenggara 1 dokter dan 2 dokter gigi

24. Papua Barat 1 dokter

25. Papua 2 perawat

26. Nusa Tenggara Timur 1 perawat

27. Kalimantan Barat 1 perawat

28. Daerah Penugasan Luar Negeri (DPLN) Kuwait 2 perawat

3 dari 5 halaman

Hindari Aktivitas Berkerumun

Imbauan Protokol Kesehatan di Tengah Unjuk Rasa Buruh
Perbesar
Petugas Satpol PP memegang poster imbauan protokol kesehatan COVID-19 saat unjuk rasa buruh di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Pemerintah terus mengingatkan pentingnya 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci sebagai upaya pencegahan Covid-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kenaikan jumlah kematian tenaga medis dan kesehatan, menurut Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi merupakan salah satu dampak dari peningkatan jumlah penderita COVID-19, baik yang dirawat maupun yang OTG (Orang Tanpa Gejala).

Apalagi pencoblosan Pilkada 2020 baru saja selesai menjadi potensi fluktuasi angka penularan COVID-19 naik.

"Kami mengimbau masyarakat dan kepala daerah serta pendukungnya untuk menghindari proses aktivitas yang melibatkan berkerumunnya massa. Bagi setiap orang juga perlu memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala serta menjalani testing meskipun juga tanpa gejala," ujar Adib.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Sri Hananto Seno juga mengimbau, masyarakat agar memerhatikan kebersihan gigi dan mulut untuk menghindari penularan virus Corona.

"Selain menjaga imunitas tubuh, perlu diperhatikan kebersihan mulut dan gigi, terutama mengingat penularan utama virus Corona melalui droplet atau cairan dari mulut. Tetap gunakan masker, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, rajin mencuci tangan, dan jaga jarak," imbaunya.

4 dari 5 halaman

Infografis 5 Saran Dokter untuk Penyintas Covid-19

Infografis 5 Saran Dokter untuk Penyintas Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 5 Saran Dokter untuk Penyintas Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
5 dari 5 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓