51 Juta Warga Brazil Akan Divaksinasi COVID-19 pada 2021

Oleh Liputan6.com pada 14 Des 2020, 10:00 WIB
Diperbarui 14 Des 2020, 10:00 WIB
Gambar Ilustrasi Vaksin Virus Corona
Perbesar
Sumber: Freepik

Liputan6.com, Jakarta - Rencananya seperempat dari total populasi di Brazil akan menerima vaksin COVID-19 tahap pertama dalam tengah tahun pertama atau semester I 2021. Pemerintah Brazil mengumumkan rencana vaksinasi terhadap 51 juta warganya itu pada Sabtu (12/12).

Melalui dokumen yang diserahkan pada Mahkamah Agung, Kementerian Kesehatan Brazil mengatakan, tersedia 108 juta dosis vaksin bagi kelompok prioritas serta yang rentan tertular COVID-19. Kelompok prioritas dan rentan tersebut diantaranya tenaga kesehatan, lansia, dan masyarakat adat. Mahkamah Agung Brazil memberi tenggat waktu untuk Pemerintah menyusun rencana vaksinasi nasional itu.

Sebelumnya, Pemerintah Brazil menargetkan sekitar 148 juta dari total 212 juta penduduk negaranya untuk divaksinasi demi mencegah penularan COVID-19. Namun rencana vaksinasi 70 persen itu hanya dapat dipenuhi sepertiga dari keseluruhan target, seperti dilansir Antara dengan mengutip Reuters.

Dokumen yang berisi rencana vaksinasi itu tidak menyebutkan tanggal pasti kapan antivirus akan diberikan pada masyarakat atau berbagai info lainnya mengenai distribusi dan persediaan vaksin. Namun, pemerintah lewat dokumen itu menyebut tiap warga Brazil akan meneriam dua dosis vaksin COVID-19.

Brazil masih menempati urutan kedua sebagai negara yang paling parah terdampak COVID-19 setelah Amerika Serikat. Setidaknya, 180 ribu orang di Brazil tewas akibat penyakit yang disebabkan virus Corona.

Menteri Kesehatan Brazil Eduardo Pazuello berjanji akan memvaksinasi seluruh warga Brazil tahun depan pada Kamis (10/12).

 

2 dari 4 halaman

Sebagian Warga Enggak Divaksin

Pemerintah Brazil di bawah kepemimpinan Presiden Jair Bolsonaro telah mendapat tekanan dari para kepala negara bagian dan wali kota karena otoritas pusat dinilai gagal mengamankan persediaan vaksin untuk imunisasi massal.

Menkes Brazil mengatakan pada Sabtu (12/12), dalam 24 jam terakhir, Brazil melaporkan 43.900 kasus positif COVID-19 baru dengan tambahan 686 korban jiwa sehingga total pasien menjadi 6.880.127 jiwa dan korban meninggal menjadi 181.123.

Brazil dinilai punya rekam jejak baik dalam menggelar program vaksinasi nasional dan sistem kesehatan yang kuat. Tetap Bolsonaro kerap menyampaikan keraguannya terhadap vaksin COVID-19. Ia bahkan mengatakan tidak akan divaksinasi meskipun ada vaksin yang tersedia nantinya.

Bolsonaro juga mengatakan pemerintah tidak akan membeli vaksin buatan perusahaan farmasi asal China, Sinovac Biotech Ltd. Padahal, vaksin buatan Sinovac kemungkinan akan jadi yang pertama selesai uji klinis tahap akhir di Brazil.

Di samping Sinovac, AstraZeneca, Pfizer Inc, dan Janssen--anak perusahaan Johnson & Johnson juga menggelar uji coba tahap akhir vaksin COVID-19 di Brazil.

Pemerintah Brazil berencana mengalokasikan 20 miliar reais (sekitar Rp56,3 triliun) dari anggarannya untuk membeli vaksin COVID-19.

Hasil jajak pendapat yang diterbitkan Datafolha, Sabtu, menunjukkan adanya kenaikan jumlah warga Brazil yang enggan divaksinasi. Sebagian besar responden mengatakan, tidak akan memakai vaksin COVID-19 buatan China. Beberapa pihak meyakini sikap itu dipengaruhi oleh pernyataan Bolsonaro yang meragukan vaksin COVID-29 buatan perusahaan China.

 

3 dari 4 halaman

Infografis

Infografis DISIPLIN Protokol Kesehatan Harga Mati
Perbesar
Infografis DISIPLIN Protokol Kesehatan Harga Mati (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓