Bukan seperti BCL, Begini Tata Laksana Swab Antigen Corona yang Benar Menurut Pakar

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 11 Des 2020, 10:15 WIB
Diperbarui 11 Des 2020, 10:15 WIB
Screening Rapid Test Antigen Berpotensi Besar Jadi Penentu Covid-19 (2/END)
Perbesar
Salah satu warga Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel mengikuti screening awal rapid test antigen di Puskesmas Balai Agung Musi Banyuasin Sumsel (Liputan6.com / Nefri Inge)

Liputan6.com, Jakarta - Swab antigen atau rapid test antigen adalah salah satu jenis tes COVID-19 yang dilakukan dengan metode pengusapan di bagian hidung atau mulut. Tes ini memiliki kelebihan dalam kecepatan hasil yang hanya memakan waktu 15 menit.

Walau demikian, swab antigen Corona tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Bukan seperti yang dilakukan aktris sekaligus penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL).

Dalam unggahan ulang (repost) Instagram Stories akun @bclsinclair pada Selasa malam, 8 Desember 2020, dia terlihat melakukan swab test antigen sendiri kepada Vidi Aldiano tanpa alat pelindung diri (APD). Vidi juga terlihat kesakitan saat alat tes yang mirip cutton bud dicabut dari hidungnya.

Padahal, ada berbagai prosedur yang perlu diperhatikan sebelum melakukan tes tersebut.

Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn) baru saja merilis revisi panduan tata laksana pemeriksaan swab antigen atau rapid test antigen Corona pada Selasa, 8 Desember 2020.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 5 halaman

Bahan Pengambilan Spesimen Saat Swab Antigen Corona

Vidi Aldiano - Bunga Citra Lestari (BCL) (Foto: Instagram/@vidialdiano)
Perbesar
Vidi Aldiano - Bunga Citra Lestari (BCL) (Foto: Instagram/@vidialdiano)

Panduan tersebut menyebutkan bahwa sebelum kegiatan pengambilan spesimen dilaksanakan, harus memperhatikan kewaspadaan universal (universal precaution) guna mencegah terjadinya penularan Virus Corona, meliputi:

a. Selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum dan sesudah tindakan.

b. Pemasangan APD level 3 sesuai Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19) Kemenkes revisi 05, sebagai berikut:

i. Mengganti baju dengan baju kerja.

ii. Menggunakan pelindung sepatu (shoe cover).

iii. Memakai sarung tangan dalam.

iv. Mengenakan jubah lengan panjang dan sekali pakai yang terbuat dari kain yang telah teruji ketahanannya.

v. Memakai respirator partikulat seperti N95 sertifikasi NIOSH, EU FFP2 atau setara. Ketika mengenakan respirator partikulat disposable, periksa selalu kerapatannya.

vi. Memakai pelindung mata yaitu kacamata google.

vii. Menggunakan pelindung kepala, dan face shield.

viii. Memakai sarung tangan luar, diusahakan menutupi lengan gaun.

c. Diwajibkan menyediakan tempat sampah infeksius dan lakukan autoklaf sebelum dibuang ke tempat pembuangan limbah infeksius.

Bahan-bahan yang harus dipersiapkan sebelum pengambilan spesimen adalah:

a) Formulir pengambilan spesimen, sesuai Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19) Kemenkes revisi 05.

b) Swab dakron atau flocked swab, viscous, rayon.

c) Tongue spatel.

d) Parafilm.

e) Plastik klip

f) Marker atau label.

3 dari 5 halaman

Cara Pengambilan Spesimen Swab Nasofaring dan Orofaring

PDS PatKLin juga membahas tentang cara pengambilan spesimen swab nasofaring sebagai berikut:

a. Gunakan APD sesuai standar.

b. Gunakan swab yang terbuat dari dakron/rayon steril dengan tangkai plastik atau jenis flocked swab (tangkai lebih lentur).

c. Pastikan tidak ada obstruksi (hambatan pada lubang hidung).

d. Masukkan secara perlahan swab ke dalam hidung, pastikan posisi swab pada septum bawah hidung, secara perlahan-lahan ke bagian nasofaring.

e. Swab kemudian dilakukan gerak memutar secara perlahan.

Sedang, pengambilan spesimen swab orofaring dapat dilakukan dengan cara berikut ini:

a. Gunakan APD sesuai standar.

b. Gunakan swab yang terbuat dari dakron/rayon steril dengan tangkai plastic atau jenis flocked swab. Jangan menggunakan swab kapas atau swab yang mengandung calcium alginat atau swab kapas dengan tangkai kayu, karena mungkin mengandung substansi yang dapat menghambat menginaktivasi virus dan dapat menghambat proses pemeriksaan secara molekuler.

c. Lakukan swab pada lokasi yang diduga terdapat koplik spot/bercak kolpik (biasanya belakang faring) dan hindarkan menyentuh bagian lidah.

4 dari 5 halaman

Infografis Jangan Lengah Protokol Kesehatan COVID-19

Infografis Jangan Lengah Protokol Kesehatan Covid-19
Perbesar
Infografis Jangan Lengah Protokol Kesehatan Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
5 dari 5 halaman

Simak Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓