Setelah Izin Guna Darurat Vaksin Corona Sinovac Keluar, BPOM Tetap Kawal sampai Vaksinasi

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 08 Des 2020, 11:00 WIB
Diperbarui 08 Des 2020, 11:00 WIB
FOTO: Kepala BPOM Paparkan Terkait Vaksin COVID-19 Sinovac
Perbesar
Kepala BPOM Penny K Lukito menyampaikan keterangan terkait vaksin COVID-19 di Gedung BPOM, Jakarta, Kamis (19/11/2020). Penny mengatakan Emergency Use of Authorization (EUA) vaksin COVID-19 Sinovac diharapkan bisa keluar pada minggu ketiga/keempat Januari 2021. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Setelah izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization) vaksin Corona Sinovac keluar, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tetap mengawal sampai vaksinasi dilakukan. Sebelum EUA diberikan, BPOM melakukan evaluasi dari hasil uji klinik Sinovac di Bandung, Jawa Barat.

Dalam konferensi pers Tindak Lanjut Kedatangan Vaksin COVID-19, Kepala BPOM Penny K Lukito menegaskan, hasil uji klinik yang masuk ke BPOM akan dievaluasi.

"Untuk evaluasi, kami tidak melakukan sendiri, tapi bersama Komite Penilai Obat, pakar vaksin yaitu  Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI)," kata Penny di Jakarta, Senin (7/12/2020).

"Kami harus mendapatkan data yang cukup dan meyakinkan dari aspek keamanan, kekhususannya untuk (memberikan) persetujuan (izin darurat) vaksin."

Transparansi hasil evaluasi uji klinik vaksin COVID-19 pun akan disampaikan kepada publik.

"Kami akan menjamin transparansi dari hasil (uji klinik). Setelah EUA diberikan ini juga BPOM akan terus melakukan pengawasan, baik dari produksi massal, diedarkan sampai penyuntikkan berlangsung," ujar Penny.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Mutu Khasiat Vaksin Corona Dikawal BPOM

vaksin corona, vaksin corona sinovac, vaksin sinovac tiba di indonesia, vaksin covid, vaksin covid sudah tiba, vaksin covid-19 sinovac, sinovac
Perbesar
Vaksin Corona Sinovac disimpan di Bio Farma untuk dilakukan pengujian kembali sebelum akhirnya Vaksin COVID-19 buatan Sinovac Biotech Ltd memeroleh izin edar dan vaksinasi massal dilakukan. Vaksin Sinovac disimpan di cool room dengan suhu 2-8 derajat celcius (Foto: Muchlis Jr - Sekretariat Presiden)

Pengawalan BPOM sampai vaksinasi dilakukan untuk melihat apakah ada laporan efek samping vaksin COVId-19 setelah disuntikkan. Dalam hal ini, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), serangkaian gejala yang muncul setelah imunisasi.

"Pengawasan penyuntikkan untuk mendapatkan laporan, side effect vaksin itu ada atau tidak. Kami akan melakukan pengambilan keputusan kembali bila ada side effect," terang Penny.

"Mutu khasiat vaksin akan dikawal BPOM."

Sambil menunggu izin guna darurat vaksin Corona, bahkan apabila vaksinasi sudah dilakukan, menurut Penny, protokol kesehatan tetap harus dipatuhi.

"Selama masih pandemi, 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak) adalah hal yang harus terus dilakukan. Jangan lupa meningkatkan daya tahan tubuh dan asupaan baik," ajak Penny.

"Karena BPOM dikaitkan dengan pangan, misal, suplemen vitamin. BPOM mengimbau masyarakat mengonsumi pangan vitamin, suplemen, obat herbal yang sudah terjamin khasiat mutu dan sudah mendapatkan izin edar kami."

3 dari 4 halaman

Infografis Menguji Calon Vaksin Covid-19 Sinovac

Infografis Menguji Calon Vaksin Covid-19 Sinovac. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Menguji Calon Vaksin Covid-19 Sinovac. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓