Selain Masalah Data, Lonjakan Kasus COVID-19 karena Penularan Virus Corona Tinggi

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 05 Des 2020, 15:00 WIB
Diperbarui 05 Des 2020, 15:00 WIB
Warga DKI yang Tolak Tes Covid-19 Didenda Rp5 Juta
Perbesar
Warga mengikuti tes usap (swab test) COVID-19 di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Senin (19/10/2020). Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta berencana mengatur sanksi denda Rp 5juta bagi warga yang menolak rapid test maupun swab test atau tes PCR (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Selain masalah data, lonjakan kasus COVID-19 seperti kemarin, 3 Desember 2020 dengan penambahan 8.369 terkonfirmasi positif karena penularan virus Corona tinggi. Kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan juga dibutuhkan.

Koordinator Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, penyebab angka positif COVID-19 pecah rekor dipengaruhi data dan tingkat penularan virus Corona COVID-19.

"Jadi, penyebabnya (kasus konfirmasi positif COVID-19 ada dua. Pertama, tingkat penularannya tetap masih tinggi. Kedua, memang ada sinkronisasi data antara pusat dan daerah," kata Wiku dalam dialog Pandemi Belum Berakhir: Patuhi Protokol Kesehatan! di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (4/12/2020).

"Jadi, ada beberapa daerah yang kesulitan memasukkan data COVID-19, sehingga data yang keluar adalah data akumulasi. Salah satu contohnya adalah Papua, yang sudah sejak tanggal 19 November 2020 sampai dengan kemarin baru memasukkan datanya. Maka, terlihat lonjakan kasus."

 

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Tekan Laju Penularan COVID-19 dengan Protokol Kesehatan

Wiku Adisasmito
Perbesar
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menerangkan penanganan COVID-19 di Thailand yang berperan penting adalah kader desa saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (17/11/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris)

Terkait sinkronisasi data yang membuat angka positif COVID-19 tinggi, Wiku menegaskan, butuh waktu.

"Indonesia ini negara yang besar dan mengintegrasikan seluruh data menjadi satu secara real-time perlu waktu," katanya.

Untuk menekan laju penularan COVID-19, masyarakat harus secara sadar menjalankan protokol kesehatan. Sosialisasi juga digencarkan terus.

"Kita bersama-sama untuk sosialisasi juga masih terbatas. Belum sampai dipahami dan melekat di setiap orang untuk melakukannya tanpa harus ditegur," imbuh Wiku.

"Ya, walau begitu, ada yang mengerjakan (menjalankan protokol kesehatan) secara sadar dan punya tanggung jawab pribadi tinggi mengingatkan kepada orang lain."

3 dari 4 halaman

Infografis Mutasi Virus Corona D614G 10 Kali Lebih Menular

Infografis Mutasi Virus Corona D614G 10 Kali Lebih Menular. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Mutasi Virus Corona D614G 10 Kali Lebih Menular. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓