Layanan BPJS Kesehatan di Kantor Cabang Saat COVID-19 Turun, Akses Digital Naik

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 04 Des 2020, 14:00 WIB
Diperbarui 04 Des 2020, 14:00 WIB
Iuran BPJS Kesehatan
Perbesar
Warga mengisi formulir proses turun kelas di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan, Jumat (15/5/2020). Pemerintah akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada 1 Juli 2020 menjadi Rp150.000 untuk kelas I, Rp100.000 untuk kelas II dan Rp42.000 untuk kelas III (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Pelayanan BPJS Kesehatan di kantor cabang saat pandemi COVID-19 mengalami penurunan. Akan tetapi akses ke perangkat digital justru mengalami hal sebaliknya.

Hal ini disebabkan BPJS Kesehatan berupaya meminimalisirkan penularan Virus Corona dengan cara mengencarkan pelayanan secara digital.

Menurut Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Arief Syaefuddin, penurunan pada layanan BPJS Kesehatan di kantor cabang terkait urusan administrasi mulai terlihat sejak Februari 2020.

Pergerakan penurunan drastis terjadi pada Maret 2020 dengan 497.662 orang yang ke kantor cabang. Pada April 2020 juga menurun. Arief, mengatakan, hanya 113.786 peserta JKN yang melakukan pelayanan ke kantor cabang BPJS Kesehatan.

Walaupun begitu, melihat data grafik BPJS Kesehatan, sempat terjadi kenaikan kunjungan ke kantor cabang di bulan-bulan berikutnya.

Pada Juni 2020, misalnya, ada 326.490 kunjungan. Kemudian, naik menjadi 407.755 orang pada Juli 2020. Sayangnya, itu tak berlangsung lama.

Penurunan kembali terjadi pada Agustus yang 375.085 kunjungan, September 281.691 kunjungan, dan Oktober melorot ke 143.882 kunjungan.

"Kami rasakan mulai Februari-Maret kelihatan ada tren penurunan layanan. Orang sudah khawatir juga untuk datang langsung. Walaupun begitu, kami menggunakan momentum pandemi COVID-19 untuk bagaimana kami bisa mendorong layangan digital," kata Arief saat dialog Survei Kepuasan Peserta dan Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan, Kamis (3/12/2020).

"Kemudian kami juga mendorong untuk pemanfaatan call center informasi dan pengaduan. Layanan di kantor cabang BPJS Kesehatan untuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat JKN-KIS tetap disediakan, tapi dikurangi," Arieg menambahkan.

 

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Layanan Care Center dan Digital BPJS Kesehatan

Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi
Perbesar
Warga menunjukkan Aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan di Kantor Cabang Kota Tangerang, Rabu (7/1/2020). Iuran BPJS Kesehatan resmi naik per hari ini untuk kelas I menjadi sebesar Rp150.000 dan Rp100.000 untuk kelas II. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Yang paling menarik adalah peserta JKN-KIS makin memanfaatkan layanan care center selama pandemi COVID-19. Layanan di media sosial juga akses melalui aplikasi Mobile JKN juga mengalami peningkatan.

"Layanan yang dominan adalah call center. Sama satu lagi kita lihat di sini, media sosial dan pemberi layanan informasi dan pengaduan, termasuk mobile JKN dan Petugas Pemberian Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) Rumah Sakit," ujar Arief.

"Ini sudah mulai meningkat. Artinya, orang kalau pengen tanya, enggak harus lagi ke kantor cabang. Sudah banyak mereka yang bertanya lewat akses digital ini."

Permintaan call center terlihat tinggi pada Agustus (99.679) dan September (110.420). Layanan di media sosial peningkatan tinggi pada September (30.846) dan Oktober (36.024). Penggunaan Mobile JKN tertinggi pada April (33.375) dan PIPP RS tertinggi pada September (17.904).

Melalui call center dan PIPP rumah sakit, pengaduan dapat disampaikan. Pengaduan yang ada bisa menjembatani kantor cabang BPJS Kesehatan yang berada di daerah masing-masing peserta.

"Sekarang banyak masuk dari rumah sakit menyampaikan pengaduan di rumah sakit. Meskipun saat itu tidak ada petugas kami, mereka bisa menggunakan aplikasi yang sudah kami siapkan (PIPP Rumah Sakit). Nanti pengaduan akan ditransfer ke kantor cabang daerahnya," lanjut Arief.

Adapun pemanfaatan layanan administratif, permintaan informasi, dan pengaduan melalui kanal digital lainnya, seperti aplikasi Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interactive JKN (VIKA), hingga Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA).

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, berikut ini rincian layanan permintaan informasi peserta JKN-KIS selama pandemi COVID-19

3 dari 4 halaman

Infografis Tarik Ulur Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Infografis Tarik Ulur Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Tarik Ulur Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓