Sebelum Izinkan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah, Orangtua Harus Pertimbangkan Ini

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 03 Des 2020, 15:00 WIB
Diperbarui 03 Des 2020, 15:00 WIB
Melihat Penerapan Sekolah Tatap muka di Tangsel
Perbesar
Guru mengajar tatap muka di SDIT Nurul Amal, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Senin (16/11/2020). Proses belajar secara tatap muka atau luring ini menggunakan waktu belajar di sekolah yang didasarkan pada zona penerapan wilayah covid-19. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Orangtua menjadi salah satu pihak yang harus dilibatkan untuk mempertimbangkan kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah, yang rencananya akan mulai pada Januari 2021. Meski begitu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan mengingat pandemi Corona belum usai.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan bagi orangtua yang terlibat dalam pengambilan keputusan soal kegiatan pembelajaran tatap muka di masa pandemi COVID-19.

Dalam pernyataan resminya yang diterima Health Liputan6.com pada Rabu (2/12/2020), IDAI tetap menyarankan agar orangtua mendukung kegiatan belajar dari rumah, baik sebagian atau sepenuhnya.

Selain itu, pertimbangkan apakah partispasi anak dalam kegiatan pembelajaran tatap muka lebih bermanfaat, atau justru meningkatkan risiko penularan Virus Corona penyebab COVID-19, yaitu:

- Apakah anak sudah mampu melaksanakan kebiasaan cuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak dengan memadai?

- Apakah anak masih sangat memerlukan pendampingan orangtua saat sekolah? Bila masih, maka sebaiknya anak masih di rumah dulu saja

- Adalah kelompok lanjut usia dan risiko tinggi di rumah, yang mungkin tertular apabila banyak anggota keluarga yang beraktivitas di luar rumah?

- Apakah anak memiliki kondisi komorbid yang dapat meningkatkan risiko sakit parah apabila tertular COVID-19? Bila ada, sebaiknya anak belajar dari rumah.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

 

 

2 dari 4 halaman

Mempersiapkan Kebutuhan Penunjang

Melihat Persiapan Rencana Pembukaan Kembali Sekolah dan Belajar Tatap Muka
Perbesar
Petugas membersihkan tempat cuci tangan di SD Negeri Kota Bambu 03/04, Jakarta, Sabtu (21/11/2020). Pemerintah pusat memberikan kewenangan pemerintah daerah membuka sekolah dan melakukan pembelajaran tatap muka pada semester genap tahun ajaran 2020/2021. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

IDAI juga meminta agar orangtua memeriksa apakah sekolah telah memenuhi standar protokol kesehatan yang berlaku.

"Apabila akan menyetujui partisipasi anak dalam kegiatan belajar tatap muka, persiapkan pula kebutuhan penunjangnya," tulis Ketua Umum IDAI Aman B. Pulungan dalam pesannya tersebut.

Beberapa penunjang tersebut seperti rencana transportasi, bekal makanan dan air minum, masker, pembersih tangan, serta persiapan tindak lanjut apabila mendapatkan kabar dari sekolah bahwa anak sakit seperti fasilitas kesehatan yang akan dituju.

Orangtua juga harus mengajarkan anak untuk mengenali tanda dan gejala awal penyakit. Mereka juga harus mampu melaporkan kepada guru, apabila dia atau temannya mengalami tanda dan gejala COVID-19.

"Ajarkan anak untuk berganti baju, mandi, dan membersihkan perlengkapannya setiap pulang dari sekolah, sebagaimana orang dewasa yang beraktivitas di luar rumah," kata IDAI.

3 dari 4 halaman

Infografis Tahun Ajaran Baru, Sekolah di Zona Hijau Dibuka Kembali

Infografis Tahun Ajaran Baru, Sekolah di Zona Hijau Dibuka Kembali. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Tahun Ajaran Baru, Sekolah di Zona Hijau Dibuka Kembali. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓