Tracing Pasca Acara Rizieq Shihab, Satgas COVID-19 Ingatkan Masyarakat Tidak Halangi Petugas

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 26 Nov 2020, 19:37 WIB
Diperbarui 26 Nov 2020, 19:41 WIB
Wiku Adisasmito
Perbesar
Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, kapasitas testing per wilayah disesuaikan kepadatan populasi saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (19/11/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta Pelacakan kontak (tracing) setelah kerumunan acara pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengingatkan masyarakat tidak menghalangi petugas yang akan memeriksa.

Menurut Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito, tindakan menghalangi petugas pelacak kontak (tracer) akan menghambat upaya penanganan COVID-19.

 

"Kami juga ingatkan kepada masyarakat untuk tidak menghalang-halangi upaya petugas yang akan melakukan pemeriksaan," kata Wiku saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (26/11/2020).

"Tindakan menghalang-halangi ini akan menghambat upaya penanganan COVID-19 yang dilakukan oleh pemerintah di berbagai daerah. Seperti DKI Jakarta terdapat sanksi yang akan dijatuhkan kepada masyarakat yang melakukan tindakan tersebut."

Upaya tracing COVID-19 pasca-acara Rizieq Shihab dimulai dari penjemputan di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, kerumunan di Tebet, Megamendung, Jawa Barat, dan Petamburan, Jakarta Pusat.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 5 halaman

Tracing untuk Deteksi Orang Positif COVID-19

Warga Petamburan Jalani Rapid Test
Perbesar
Warga saat mengikuti rapid test di SDN 01 Petamburan, Jakarta, Minggu (22/11/2020). Rapid test gratis ini digelar setelah ditemukannya kasus positif beberapa warga seusai menghadiri peringatan Maulid Nabi dan pernikahan putri Rizieq Shihab beberapa waktu lalu. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pemeriksaan pelacakan kontak pasca-acara Rizieq Shihab untuk mendeteksi kontak erat siapa saja yang positif COVID-19. Tujuannya, agar orang yang positif dapat ditangani segera.

"Masyarakat perlu mengetahui bahwa pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas kesehatan merupakan upaya deteksi dini. Agar masyarakat dan kontak terdekatnya yang positif COVID-9 dapat segera ditangani dengan baik," terang Wiku.

"Jadi, kami betul-betul mohon kerjasama dari seluruh warga masyarakat dalam rangka mengendalikan COVID-19 ini."

Pelaporan saat rapat virtual dengan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten pada Sabtu, 21 November 2020, petugas kesehatan masih kesulitan melakukan pelacakan kontak di Petamburan maupun Megamendung.

Mereka dihalang-halangi ketika hendak masuk melakukan tracing. Satgas COVID-19 Pusat diharapkan memberi dukungan agar bisa masuk ke klaster-kalster yang dicurigai berpotensi menjadi pusat penularan.

3 dari 5 halaman

Doni Monardo Minta Lanjutkan Tracing

Doni Monardo
Perbesar
Kepala BNPB Doni Monardo meninjau rumah relokasi dan hunian tetap yang dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi di Tondo di Kawasan Huntap Tondo, Palu, Selasa (10/11/2020). (Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo menyadari kesulitan yang dihadapi petugas di lapangan dalam melakukan tracing dari kerumunan yang terjadi. Ia meminta mereka melanjutkan kerja kerasnya menemukan kasus positif COVID-19.

“Bagi yang positif, pemerintah menyediakan fasilitas isolasi mandiri. (Masyarakat) Jangan ragu untuk ikut tes, dan jangan takut kalau positif,” tambahnya.

"Kepada aparat Satgas Daerah, segera lakukan karantina bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) maupun yang sudah bergejala di tempat yang telah ditentukan. Supaya semua bisa selamat."

Tak lupa, Doni menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras para petugas di lapangan.

4 dari 5 halaman

Infografis Kerumunan di Petamburan dan Potensi Klaster Covid-19

Infografis Kerumunan di Petamburan dan Potensi Klaster Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Kerumunan di Petamburan dan Potensi Klaster Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
5 dari 5 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓