Pemakan Telur Ceplok Pria Bernafsu

Oleh Liputan6 pada 29 Sep 2012, 19:05 WIB
Diperbarui 29 Sep 2012, 19:05 WIB
telur-ceplok120929cgi.jpg
Perbesar
Liputan6.com, London: Anda lebih suka telur direbus, digoreng, atau diorak-arik? Pilihan menu favorit telur itu ternyata tidak hanya sekedar selera kuliner Anda. Sebuah penelitian mengungkapkan dari telur bisa diketahui kepribadian, rahasia kelas sosial, dan dorongan seksual.

Para ilmuwan menanyai 1.010 orang dewasa dan hasilnya pun berbeda-beda antara pemakan telur rebus tanpa kulit, telur rebus, telur goreng, dan orak-arik, Sabtu (29/9).

Peneliti menanyakan ribuan responden di seluruh Inggris itu tentang aspek dari kepribadian mereka serta rincian tentang gaya hidup mereka, keluarga, serta mereka suka telur yang dimasak seperti apa.

Penelitian dilaksanakan Dewan Perindustrian Telur Inggris dan dilakukan MindLab International yang melihat secara psikologi pilihan konsumen.

Hasilnya menunjukkan pemakan telur rebus tanpa kulit cenderung lebih bahagia dibanding lainnya. Mereka cenderung memiliki dua anak dan tidak lebih dari seorang saudara kandung serta ebih cenderung wanita dibanding pria.

Sementara pecinta telur rebus orang yang berantakan, cenderung ceroboh dan impulsif. Mereka berisiko bercerai. Berbeda dengan pemakan omelet yang cenderung orang yang disiplin.

Untuk penggemar telur goreng (ceplok), mereka memiliki dorongan seks yang tinggi. Mereka cenderung pemuda dan pria. Pemakan telur goreng paling sering ditemukan di antara pekerja yang terampil.

Sedangkan penggemar telur orak-arik orang yang hati-hati. Umumnya telur orak-arik kesukaan mereka yang tidak mempunyai anak.Tipe ini lebih disukai dibanding yang lain. Mereka biasanya bekerja di tingkat manajerial dan memiliki rumah sendiri. Pemakan telur orak-arik cenderung memiliki rumah yang rapi.

"Sungguh menakjubkan berpikir bahwa hanya dengan mengetahui cara favorit seseorang dalam makan telur, bisa mengukur siapa mereka dan apa yang mereka sukai. Tapi tidak peduli bagaimana Anda makan telur Anda," kata Andrew Joret, dari Dewan Perindustrian Telur Inggris.(Dailymail/ToI/MEL)